Bukan Takut, Pandji Pragiwaksono Jelaskan Alasan Anies Tak Dibahas di Mens Rea

Bukan Takut, Pandji Pragiwaksono Jelaskan Alasan Anies Tak Dibahas di Mens Rea
Sumber :
  • Pandji Pragiwaksono

Gadget – Pertanyaan soal siapa yang dibahas dan tidak dibahas dalam pertunjukan komedi tiba-tiba menjadi isu serius di awal 2026. Di tengah riuh pro dan kontra seputar Mens Rea, perhatian publik tertuju pada satu nama yang justru absen dari materi, Anies Baswedan. Ketika spekulasi berkembang ke mana-mana, Pandji Pragiwaksono memilih menjelaskan langsung alasan di balik keputusannya.

Lirik & Makna Lagu 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono: Kritik Tajam untuk Politik Indonesia

Penjelasan itu disampaikan Pandji melalui video di kanal YouTube pribadinya yang diunggah pada Sabtu, 10 Januari. Ia menegaskan sejak awal bahwa absennya Anies bukan karena rasa takut, bukan pula karena keberpihakan politik. Bagi Pandji, keputusan tersebut justru konsisten dengan kerangka kritik yang ia gunakan dalam Mens Rea.

Menurut Pandji, komedi kritik yang ia bangun diarahkan kepada mereka yang saat ini memegang kekuasaan. Ia menyebut pejabat aktif sebagai subjek yang sah untuk dikritik, karena merekalah yang mengambil keputusan atas nama negara dan menggunakan uang pajak publik.

Langganan Netflix Mulai Rp54 Ribu, Tonton Mens Rea Pandji Pragiwaksono

Ia lalu menegaskan bahwa bukan hanya Anies yang tidak dibahas. Pandji menyebut sejumlah nama lain yang juga absen dari materi, karena alasan yang sama. Dalam pandangannya, membahas figur yang tidak sedang menjabat tidak memiliki urgensi yang kuat dalam konteks kritik kebijakan.

Figur yang Tidak Dibahas dalam Mens Rea

5 Saran Kegiatan untuk Anies Baswedan jika Tidak Jadi Calon Gubernur DKI 2024

Pandji menjelaskan bahwa beberapa tokoh publik tidak dimasukkan ke dalam materi karena status mereka yang sudah tidak menjabat. Ia menyebut alasan ini sebagai garis konsisten dalam menyusun materi kritik.

Nama-nama yang tidak dibahas antara lain
Anies Baswedan
Basuki Tjahaja Purnama
Ganjar Pranowo
Mahfud MD

Menurut Pandji, tokoh-tokoh tersebut pada saat Mens Rea dibuat tidak berada dalam posisi pengambil keputusan negara. Karena tidak lagi memegang jabatan publik aktif, ia menilai tidak ada urgensi untuk menjadikan mereka bahan kritik dalam pertunjukan tersebut.

Pandji menegaskan bahwa kritik dalam komedi baginya bukan soal menyerang individu, melainkan soal mempertanyakan kekuasaan yang sedang berjalan. Selama seseorang tidak berada di posisi itu, ia memilih untuk tidak membahasnya.

Sebaliknya, Pandji justru menyertakan sejumlah pejabat publik aktif ke dalam materi Mens Rea. Alasannya sederhana, mereka sedang berada dalam jabatan dan memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Pejabat Aktif yang Dibahas dalam Mens Rea

Dalam penjelasannya, Pandji menyebut beberapa nama yang masuk ke dalam materi karena status mereka sebagai pejabat publik aktif saat itu.

Nama-nama tersebut meliputi
Prabowo Subianto
Gibran Rakabuming Raka
Bahlil Lahadalia
Fadli Zon

Pandji menyebut bahwa selama seseorang masih menjabat, publik memiliki hak untuk mengkritik. Dalam kerangka itu, komedi menjadi salah satu medium yang ia pilih untuk menyampaikan kritik tersebut.

Menurutnya, tidak ada alasan untuk menghindari kritik terhadap pejabat aktif, karena mereka berada dalam posisi yang menggunakan uang pajak dan mengambil keputusan atas nama rakyat.

Pengecualian untuk Presiden

Meski fokus pada pejabat aktif, Pandji mengakui adanya pengecualian dalam pendekatan ini. Salah satunya adalah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. Ia menilai jabatan presiden memiliki posisi khusus yang membuatnya selalu relevan untuk dibahas, bahkan setelah masa jabatan berakhir.

Pandji menjelaskan bahwa presiden bukan sekadar pejabat biasa. Setiap kebijakan dan pernyataannya akan selalu menjadi bagian dari sejarah. Karena itu, membahas presiden, baik yang masih menjabat maupun yang sudah selesai masa tugasnya, tetap memiliki konteks yang kuat.

Ia mencontohkan bahwa tokoh seperti Soekarno dan Soeharto hingga kini masih terus dibahas. Menurutnya, itu bukan karena nostalgia, melainkan karena posisi presiden selalu membawa dampak besar dan berjangka panjang bagi negara.

Kasus Spesifik di Luar Jabatan

Selain presiden, Pandji juga memasukkan beberapa figur lain dengan alasan khusus. Ia menyebut Irjen Teddy Minahasa sebagai contoh kasus yang dianggap penting untuk diketahui publik karena skala kejahatannya.

Sementara itu, nama Dharma Pongrekun masuk ke dalam materi karena alasan yang ia sebut sebagai subjektif. Pandji menyatakan bahwa menurut keyakinannya, figur tersebut terlalu lucu untuk tidak dibahas dalam konteks stand-up comedy.

Ia menegaskan bahwa pengecualian semacam ini tidak mengubah kerangka utama kritik yang ia gunakan. Fokus tetap berada pada kekuasaan, dampak kebijakan, dan relevansi bagi publik.

Menepis Tuduhan Kedekatan Politik

Pandji juga menanggapi tudingan bahwa dirinya merupakan pendukung fanatik Anies Baswedan. Ia mengingatkan publik bahwa selama Anies menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, dirinya justru termasuk salah satu pengkritik yang paling vokal.

Ia menyebut pernah membuat video ulasan berdurasi lebih dari dua jam yang membahas kinerja Anies, lengkap dengan penilaian yang rendah. Berbagai isu kebijakan seperti program DP 0 persen, Formula E, hingga inkonsistensi sikap Anies pernah menjadi materi kritiknya.

Menurut Pandji, klaim bahwa dirinya tidak pernah membahas Anies bertentangan dengan fakta. Ia bahkan menyebut tidak ada komika lain yang lebih sering menjadikan Anies sebagai bahan materi stand-up dibanding dirinya pada periode tersebut.

Dengan penjelasan ini, Pandji berusaha menarik garis tegas antara kritik sebagai ekspresi dan tuduhan keberpihakan politik. Baginya, Mens Rea bukan panggung dukungan atau serangan personal, melainkan ruang untuk mempertanyakan kekuasaan yang sedang berjalan.

Di tengah riuh reaksi publik, penjelasan Pandji menempatkan Mens Rea dalam konteks yang lebih utuh. Bukan sekadar siapa yang disebut dan siapa yang tidak, melainkan bagaimana kritik komedi memilih sasaran, membangun relevansi, dan mempertanggungjawabkan pilihannya di ruang publik.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget