ITSEC-ADIGSI Luncurkan Gerakan Nasional Ketahanan Siber
- Gizmologi
- Inisiatif ini adalah kolaborasi PT ITSEC Asia Tbk dan ADIGSI untuk memperkuat ketahanan siber nasional.
- Program fokus pada penguatan SDM dan tata kelola kepemimpinan siber di level eksekutif.
- Gerakan Nasional Ketahanan Siber menargetkan 1.000 peserta dari pemerintah, BUMN, dan sektor swasta.
PT ITSEC Asia Tbk, perusahaan keamanan siber terkemuka, dan ADIGSI (Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia) resmi meluncurkan inisiatif ambisius. Mereka menamai program ini sebagai Gerakan Nasional Ketahanan Siber. Program strategis ini muncul sebagai jawaban atas urgensi peningkatan kapabilitas siber Indonesia secara menyeluruh. ITSEC dan ADIGSI berkomitmen penuh memperkuat ketahanan siber nasional melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM), penguatan kepemimpinan, dan kolaborasi ekosistem digital. Peluncuran ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan menuju ITSEC Cybersecurity & AI Summit 2026.
Mengapa Ketahanan Siber Jadi Isu Kepemimpinan?
Patrick Dannacher, Presiden Direktur ITSEC Asia, menekankan bahwa keamanan siber bukan lagi sekadar tantangan teknologi murni. Sebaliknya, hal ini telah menjadi masalah serius terkait kepemimpinan dan tata kelola organisasi. Pandangan ini menunjukkan pergeseran fokus dari teknis semata menuju strategi bisnis.
ITSEC berupaya menciptakan jalur terstruktur nasional melalui Gerakan Nasional Ketahanan Siber. Jalur ini menghubungkan kesiapan operasional harian dengan proses pengambilan keputusan di level eksekutif. Dengan demikian, keamanan siber terintegrasi sebagai bagian tak terpisahkan dari kepemimpinan perusahaan. Patrick menyampaikan hal ini saat jumpa pers di Jakarta Selatan (14/1/2026).
Program Berkelanjutan Targetkan 1.000 Peserta
Gerakan Nasional Ketahanan Siber dilaksanakan melalui peluncuran nasional dalam dua fase utama. Program ini berjalan selama enam bulan penuh di sepanjang tahun 2026. Inisiatif berkelanjutan ini menargetkan partisipasi lebih dari 1.000 individu dari seluruh Indonesia.
Peserta yang disasar sangat beragam. Mereka meliputi perwakilan pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan berbagai sektor swasta. Target pesertanya mulai dari praktisi operasional di lapangan hingga para jajaran kepemimpinan senior yang mengambil keputusan.
Tingkat Fundamental: Mencetak Pejuang Cyber Indonesia
Tingkat pertama ini berfokus pada pembangunan kesadaran praktis dan kesiapan keamanan siber di dalam organisasi. Program "Pejuang Cyber Indonesia" menyediakan lokakarya luring, diskusi berbasis studi kasus, dan latihan simulasi. Tujuannya meningkatkan kapabilitas operasional.
Target utama program ini adalah manajer IT, tim risiko dan kepatuhan (risk and compliance), serta organisasi dengan eksposur digital tinggi. Para peserta akan terdaftar secara resmi dalam jejaring nasional Pejuang Cyber Indonesia.
Tingkat Pimpinan: Cyber Champion Leadership Program
Tingkat lanjutan ini membawa isu keamanan siber ke meja eksekutif dan dewan direksi. "Cyber Champion Leadership Program" dilaksanakan melalui lokakarya berbasis undangan dan diskusi meja bundar kepemimpinan tertutup. Ini memastikan fokus berada pada tata kelola risiko strategis.
Program ini menyasar 50 hingga 100 pemimpin senior dari berbagai sektor. Tujuannya utama adalah memperkuat kesadaran para eksekutif mengenai risiko dan tata kelola siber. Program ini akan mencapai puncaknya pada ajang ITSEC Cybersecurity & AI Summit 2026 sebagai titik konsolidasi nasional.
Sinergi ADIGSI dan Peran Vital BSSN
Sinergi lintas sektor memainkan peran krusial dalam inisiatif penguatan nasional ini. Slamet Aji Pamungkas, Deputi IV Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sekaligus Ketua Dewan Pengawas ADIGSI, menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut. Ia menyatakan bahwa memperkuat ketahanan siber nasional menuntut komitmen pimpinan dan kolaborasi lintas sektor yang sangat kuat.
Senada dengan hal tersebut, Firlie Ganinduto, Ketua Umum ADIGSI, menambahkan bahwa organisasinya berfungsi ganda. ADIGSI menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus wadah industri. ADIGSI memastikan agenda ketahanan siber nasional dapat terimplementasi secara konkret di tingkat industri dan praktisi.
Dampak Strategis Gerakan Nasional Ketahanan Siber
Melalui Gerakan Nasional Ketahanan Siber, ADIGSI bersama ITSEC mengorkestrasi penguatan kesiapan keamanan siber secara menyeluruh. Penguatan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga menyasar level kepemimpinan strategis. Langkah ini secara signifikan mendukung terciptanya ekosistem digital yang jauh lebih tangguh dan berkelanjutan di Indonesia. Program ini sekaligus memperkuat kolaborasi jangka panjang antara industri, pemerintah, dan komunitas digital dalam mendukung akselerasi transformasi digital nasional.