Hasil Proliga 2026: Megawati Hangestri Tumbang, Gresik Phonska Putus Rekor Juara Bertahan
- AVC
Gadget – Minggu sore di GOR Voli Indoor Sport Center, Deli Serdang, menjadi momen yang tak terlupakan bagi pencinta voli Tanah Air. Megawati Hangestri Pertiwi, ikon voli putri Indonesia yang dijuluki "Megatron", harus merasakan pahitnya kekalahan perdana di ajang Proliga 2026. Tim yang dibelanya sekaligus juara bertahan, Jakarta Pertamina Enduro, dipaksa menyerah oleh permainan taktis dan disiplin dari Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia.
Hasil ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Jakarta Pertamina Enduro datang dengan status unggulan dan materi pemain bertabur bintang. Namun, di lapangan, nama besar tidak menjamin kemenangan. Gresik Phonska berhasil mengeksploitasi celah pertahanan tim asuhan pelatih Eko Waluyo tersebut, membuat serangan-serangan Megawati seringkali berhasil diredam atau dipatahkan. Skor akhir 3-1 untuk kemenangan Gresik Phonska menjadi bukti bahwa persaingan musim ini jauh lebih terbuka dan kompetitif.
Bagi Anda yang melewatkan pertandingan panas tersebut, berikut adalah rincian jalannya laga dan analisis mengapa sang juara bertahan bisa tumbang.
Rincian Skor Per Set
Pertandingan berjalan dalam intensitas tinggi selama empat set. Gresik Phonska menunjukkan dominasi mereka terutama di poin-poin krusial, sementara Jakarta Pertamina Enduro tampak kesulitan keluar dari tekanan.
Set 1: Dominasi Awal Gresik Phonska (17-25) Gresik Phonska langsung tancap gas. Motor serangan asing mereka, Oleksandra Bytsenko, tampil nyaris tanpa celah. Di sisi lain, receive (penerimaan bola pertama) Jakarta Pertamina Enduro berantakan akibat servis mematikan dari Bela Sabrina. Megawati kesulitan mendapatkan umpan matang, membuat set ini milik lawan dengan selisih skor yang cukup jauh.
Set 2: Momentum Kebangkitan Megawati (25-23) Set ini menjadi satu-satunya momen di mana Jakarta Pertamina Enduro menunjukkan mental juara mereka. Trisula serangan Megawati, Wilma Salas, dan Titi Asih mulai padu. Memanfaatkan beberapa miskomunikasi di kubu lawan, mereka berhasil mencuri set ini dengan skor ketat, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Set 3: Kehilangan Fokus (18-25) Alih-alih bangkit, performa Jakarta Pertamina justru antiklimaks. Mereka tertinggal jauh 6-13 di awal laga. Serangan Mediol Yoku dari kubu Gresik Phonska semakin leluasa menembus blok pertahanan. Megawati berusaha keras mengangkat moral tim, namun kesalahan sendiri yang berulang membuat mereka kembali tertinggal 1-2.