Iran Buka Selat Hormuz, Data Pelacakan Kapal Masih Tunjukkan Lalu Lintas Minim
- Reuters
Gadget – Iran menyatakan Selat Hormuz kembali dibuka untuk kapal komersial selama periode gencatan senjata yang sedang berlangsung. Namun, indikator di lapangan belum menunjukkan pemulihan arus pelayaran secara nyata. Data pelacakan kapal masih memperlihatkan pergerakan yang terbatas, sementara pelaku industri maritim menilai situasi keamanan belum sepenuhnya jelas.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Jumat, bertepatan dengan hari penuh pertama dari gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon. Dalam pernyataannya, Iran menyebut kapal komersial dapat melintas melalui rute terkoordinasi yang telah diumumkan otoritas pelabuhan dan maritim negara tersebut.
Meski begitu, otoritas Iran juga menegaskan bahwa pelayaran hanya diperbolehkan melalui jalur aman yang telah ditentukan. Kapal militer tetap dilarang melintas di Selat Hormuz, sehingga pembukaan ini belum berarti akses penuh untuk seluruh jenis pelayaran di kawasan itu.
Pembukaan jalur belum diikuti kenaikan aktivitas kapal
Dari sisi teknis, situasi di lapangan masih menunjukkan kehati-hatian tinggi. Kelompok maritim internasional belum langsung menganggap jalur itu aman untuk dilalui secara normal. Pelacakan pergerakan kapal menunjukkan hanya sedikit kapal yang benar-benar bergerak melalui selat tersebut setelah pengumuman dibuka kembali.
Kondisi ini penting karena Selat Hormuz merupakan salah satu titik paling vital bagi distribusi energi global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan gas alam cair biasanya melewati jalur ini. Ketika lalu lintas terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan pasar energi, tetapi juga logistik internasional, biaya pengiriman, hingga stabilitas rantai pasok lintas negara.
Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah kapal yang melintas turun tajam. Penurunan itu terjadi setelah Iran secara efektif menutup jalur tersebut usai serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Di tengah ketegangan tersebut, Iran juga sempat mengancam kapal tanker dan kapal lain, serta memperingatkan adanya ranjau di wilayah sekitar.
Data digital dan verifikasi lapangan jadi penentu utama
Perkembangan di Selat Hormuz saat ini juga memperlihatkan bagaimana data pelacakan digital menjadi alat utama untuk memeriksa klaim geopolitik. Walau ada pernyataan resmi bahwa jalur dibuka, sistem tracking kapal justru menjadi indikator awal apakah pelayaran benar-benar pulih atau masih tertahan oleh risiko keamanan.