NASA Resmi Dukung Peluncuran Rover Rosalind Franklin Milik ESA ke Mars

NASA Resmi Dukung Peluncuran Rover Rosalind Franklin Milik ESA ke Mars
Sumber :
  • ESA

Peran Instrumen MOMA

img_title Headset Gaming Rapoo VE3 Bawa Fitur Baterai Tukar Pasang Anti Ribet

Selain mendukung peluncuran dan pendaratan, NASA juga ikut berkontribusi pada instrumen Mars Organic Molecule Analyser (MOMA). Perangkat ini akan menjadi salah satu alat utama di rover Rosalind Franklin untuk mendeteksi senyawa organik dalam sampel tanah bawah permukaan.

MOMA dirancang untuk membantu ilmuwan mengidentifikasi molekul yang berkaitan dengan kemungkinan adanya kehidupan, baik yang pernah ada di masa lalu maupun yang tersisa dalam bentuk jejak kimia. Instrumen ini menjadi bagian penting dari strategi ilmiah misi ESA di Mars.

img_title Xiaomi 17T Pro vs Samsung Galaxy S26: Perbandingan Spesifikasi, Kamera, Baterai dan Harga

Kolaborasi NASA dalam instrumen tersebut menunjukkan bahwa misi Rosalind Franklin bukan hanya proyek ESA, melainkan juga hasil kerja sama internasional yang melibatkan teknologi dan keahlian dari berbagai pihak.

Jadwal Peluncuran ke Mars

img_title Game The Witcher Terbaru Hadir Dengan Format Multiplayer Gratis Di PC Mobile

Misi rover Rosalind Franklin dijadwalkan meluncur dari Kennedy Space Center, Florida, pada 2028. Setelah tiba di Mars, rover ini akan diarahkan ke wilayah Oxia Planum, sebuah dataran kuno yang diyakini menyimpan banyak petunjuk tentang kondisi Mars di masa lampau.

Oxia Planum dipilih karena wilayah ini kaya akan mineral lempung dan diduga pernah memiliki air. Bagi ilmuwan, keberadaan air di masa lalu merupakan salah satu indikator penting dalam pencarian lingkungan yang mungkin pernah mendukung kehidupan.

Jika misi berjalan lancar, Rosalind Franklin akan memetakan, mengebor, dan menganalisis sampel di area yang belum banyak dijelajahi rover lain. Data yang dikumpulkan nantinya diharapkan memberi gambaran baru tentang sejarah geologi Mars.

Melengkapi Temuan Misi NASA

Kolaborasi NASA dan ESA dalam misi ini juga dinilai akan memperkaya data dari misi Mars lainnya, seperti Perseverance dan Curiosity milik NASA. Kedua rover tersebut telah lebih dulu mengirimkan temuan penting mengenai batuan, tanah, dan kemungkinan jejak lingkungan layak huni di Mars.

Dengan tambahan data dari Rosalind Franklin, ilmuwan memiliki peluang untuk menyusun gambaran yang lebih utuh tentang kondisi Planet Merah, termasuk apakah Mars pernah menjadi tempat yang mendukung kehidupan mikroba.

Kerja sama ini juga menunjukkan bahwa eksplorasi ruang angkasa semakin bergantung pada kolaborasi global. Tantangan teknis, biaya besar, dan kompleksitas misi membuat kerja sama antarnegara menjadi kunci dalam mendorong penelitian antariksa robotik.

Halaman Selanjutnya
img_title