10 Sepatu Bola yang Dipakai Bintang Piala Dunia 2026, Messi hingga Ronaldo

Nike Mercurial Vapor 17
Sumber :
  • nike

Piala Dunia FIFA 2026 bukan hanya menjadi panggung bagi aksi para pesepak bola terbaik dunia, tetapi juga menjadi ajang unjuk teknologi terbaru dari berbagai produsen perlengkapan olahraga. Selain strategi permainan dan performa para pemain, perhatian publik juga tertuju pada sepatu yang dikenakan para bintang selama bertanding.

img_title Piala Dunia 2026 Makin Futuristik! Ini Deretan Teknologi Mutakhir yang Digunakan FIFA

Setiap merek berlomba menghadirkan sepatu dengan bobot ringan, kenyamanan maksimal, hingga teknologi terbaru yang mampu meningkatkan kecepatan, kontrol bola, dan akurasi tendangan. Tak heran jika model sepatu yang digunakan para pemain top langsung menjadi incaran para penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Berikut daftar sepatu yang digunakan sejumlah pemain ternama selama Piala Dunia 2026.

img_title 3 HP Vivo Kamera DSLR Terbaik 2026, Hasil Foto Bikin Takjub

Lionel Messi masih mempercayakan performanya kepada adidas F50 edisi spesial bertajuk "El Último Tango". Sepatu ini dirancang sebagai edisi penghormatan yang disebut-sebut berkaitan dengan kemungkinan penampilan terakhir Messi di ajang Piala Dunia. Desainnya tampil elegan dengan sentuhan warna khas yang membuatnya mudah dikenali saat berada di lapangan.

Cristiano Ronaldo tetap memilih Nike Mercurial Superfly 11 CR7 sebagai senjata utamanya. Menariknya, pada fase grup ia sempat tampil menggunakan edisi Gold Scorpion berwarna emas sebelum akhirnya beralih ke varian berwarna pink yang menjadi tren sepanjang turnamen.

img_title Casio Mudmaster GWG-B1000MG-1A9 Resmi Rilis, Desain Magma dan Fitur Lengkap

Sementara itu, Kylian Mbappé kembali mengandalkan Nike Mercurial Vapor 17 seri Breakout. Sepatu ini dirancang khusus untuk pemain yang mengandalkan kecepatan tinggi sehingga sangat cocok dengan gaya bermain sang penyerang asal Prancis tersebut.

Erling Haaland tampil menggunakan Nike Phantom 6 yang dikenal memiliki teknologi untuk meningkatkan akurasi umpan dan tendangan. Meski lebih sering diasosiasikan dengan pemain kreatif, Phantom 6 juga menjadi pilihan striker yang membutuhkan kontrol bola lebih baik di area penalti.

Vinícius Júnior masih setia memakai Nike Mercurial Vapor 17 edisi khusus Vini Jr. Sepatu tersebut mengutamakan kecepatan serta kelincahan sehingga mendukung permainan eksplosif yang menjadi ciri khas winger asal Brasil itu.

Kapten timnas Inggris, Harry Kane, justru menjadi salah satu pemain yang menarik perhatian karena menggunakan Skechers SKX_01. Merek asal Amerika Serikat itu mulai mendapat tempat di level sepak bola elite setelah menghadirkan teknologi yang mampu memberikan kenyamanan selama pertandingan berlangsung.

Di lini tengah, Jude Bellingham memilih adidas Predator Elite. Seri Predator memang telah lama dikenal sebagai sepatu yang memberikan kontrol bola lebih presisi sehingga cocok digunakan oleh gelandang yang berperan sebagai pengatur serangan.

Mohamed Salah juga tetap mempercayai adidas F50. Dengan bobot yang ringan dan desain aerodinamis, sepatu ini membantu pemain menghasilkan akselerasi cepat ketika melakukan serangan balik.

Bukayo Saka menjadi salah satu pemain yang menggunakan New Balance Furon V8. Model tersebut menawarkan kombinasi kecepatan dan kenyamanan sehingga semakin banyak digunakan pemain profesional dalam beberapa musim terakhir.

Sementara itu, Achraf Hakimi tampil menggunakan Under Armour Shadow Elite 4. Meski tidak sepopuler merek lain, sepatu ini menawarkan grip yang baik dan mendukung mobilitas tinggi seorang bek sayap modern.

Selain berbagai model baru, tren yang paling mencolok sepanjang Piala Dunia 2026 adalah dominasi warna pink. Hampir semua produsen besar menghadirkan koleksi berwarna merah muda cerah yang dipakai para pemain dari berbagai negara.

Fenomena tersebut bukan sekadar mengikuti tren fesyen. Warna pink dipilih karena lebih mudah terlihat di atas rumput hijau, baik oleh rekan setim maupun penonton yang menyaksikan pertandingan melalui layar televisi. Di sisi lain, warna cerah juga membantu meningkatkan identitas visual pemain ketika pertandingan berlangsung dengan tempo cepat.

Nike menjadi salah satu merek yang paling agresif menghadirkan koleksi berwarna pink melalui seri Mercurial dan Phantom. Di sisi lain, adidas juga menawarkan F50 dan Predator dengan nuansa serupa. Tidak hanya itu, Puma, Skechers, hingga New Balance turut memperkenalkan sepatu dengan warna mencolok agar lebih menarik perhatian.

Selain warna, produsen juga berlomba menghadirkan inovasi terbaru. Material sepatu kini semakin ringan sehingga tidak membebani kaki pemain saat berlari dalam waktu lama. Teknologi upper juga dibuat lebih tipis agar sentuhan terhadap bola terasa lebih alami.

Di bagian sol, banyak produsen mengembangkan konfigurasi pul yang mampu meningkatkan traksi ketika pemain berlari, berbelok, maupun melakukan akselerasi mendadak. Inovasi tersebut menjadi faktor penting mengingat intensitas pertandingan di Piala Dunia sangat tinggi.

Secara keseluruhan, ada beberapa model yang paling banyak digunakan pemain selama turnamen berlangsung. Nike Mercurial Superfly dan Mercurial Vapor menjadi pilihan utama bagi pemain yang mengandalkan kecepatan. Sementara itu, adidas F50 menjadi favorit bagi winger maupun penyerang berkat bobotnya yang ringan.

Adidas Predator Elite juga tetap menjadi andalan para gelandang kreatif karena menawarkan kontrol bola yang lebih baik. Kemudian Nike Phantom 6 dipilih pemain yang membutuhkan akurasi operan dan tendangan.

Di luar dua merek besar tersebut, Puma Ultra 6 mulai banyak digunakan berkat teknologi ringan yang dimilikinya. Skechers SKX_01 juga mencuri perhatian setelah dipakai sejumlah pemain papan atas. Sementara itu, New Balance Furon V8 dan Under Armour Shadow Elite 4 membuktikan bahwa persaingan industri sepatu sepak bola semakin kompetitif.

Melihat perkembangan tersebut, Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi panggung persaingan antarnegara, tetapi juga menjadi ajang pembuktian teknologi terbaru dari berbagai produsen sepatu sepak bola. Kombinasi desain modern, material ringan, hingga warna-warna mencolok menjadi ciri khas turnamen kali ini dan kemungkinan besar akan menjadi tren baru di dunia sepak bola dalam beberapa tahun mendatang.