Google dinyatakan bersalah oleh Hakim dalam Kasus Antimonopoli di AS

Google Dinyatakan Bersalah oleh Hakim dalam Kasus Antimonopoli di AS
Sumber :
  • LinkendIn

Gadget – Baru-baru ini, raksasa mesin pencari Google menghadapi salah satu keputusan hukum terbesar dalam sejarah teknologi.

img_title 3 AI Video Generator Terbaik 2026: Google Veo 3.1, Kling AI 3.0, dan Runway Gen-4.5

Pada Senin (5/8), Hakim Distrik AS Amit Mehta memutuskan bahwa Google secara ilegal mengeksploitasi dominasinya untuk menghancurkan persaingan dan menghambat inovasi.

Ini adalah keputusan monumental yang dihasilkan dari persidangan hampir satu tahun yang mempertemukan Departemen Kehakiman AS dengan Google dalam pertarungan antimonopoli terbesar di Amerika Serikat dalam seperempat abad.

img_title 10 Trik Rahasia Gmail yang Jarang Diketahui, Bikin Kerja Lebih Cepat dan Aman

Hakim Mehta, dalam putusan setebal 277 halaman, menyimpulkan bahwa Google telah memonopoli pasar dan bertindak untuk mempertahankan monopolinya.

Keputusan ini didasarkan pada tinjauan mendalam terhadap banyak bukti, termasuk kesaksian dari para eksekutif Google, Microsoft, dan Apple selama 10 minggu waktu persidangan tahun lalu.

img_title Bug Gmail di Pixel 10 Bikin Keyboard Hilang, Pengguna Tak Bisa Balas Email

"Setelah mempertimbangkan dengan hati-hati, dan menimbang kesaksian saksi dan bukti, pengadilan mencapai kesimpulan berikut: Google melakukan monopoli, dan ia bertindak demikian untuk mempertahankan monopolinya," tulis Mehta.

Ini merupakan kemunduran besar bagi Google dan induknya, Alphabet Inc. Perusahaan ini selalu berargumen bahwa popularitasnya adalah hasil dari keinginan konsumen yang luar biasa untuk menggunakan mesin pencari yang unggul dalam segala hal, hingga menjadi sinonim dengan pencarian online.

Namun, keputusan ini membuka pintu bagi langkah-langkah hukum yang bisa mengubah cara Google beroperasi di pasar.

Google hampir pasti akan mengajukan banding atas keputusan ini, dan prosesnya mungkin berakhir di Mahkamah Agung AS. Kasus ini menggambarkan Google sebagai pelaku perundungan teknologi yang sistematis menggagalkan persaingan untuk melindungi mesin pencarinya.

Mesin pencari ini menjadi pusat mesin iklan digital dengan penghasilan hampir US$240 miliar pada tahun lalu.

Pengacara Departemen Kehakiman berargumen bahwa monopoli Google memungkinkan perusahaan ini mengenakan harga iklan yang tinggi sambil menikmati kemewahan menginvestasikan lebih banyak waktu dan uang untuk meningkatkan kualitas mesin pencarinya.

Pendekatan ini dianggap merugikan konsumen, yang terjebak dengan sedikit pilihan lain.

Putusan Mehta berfokus pada miliaran dolar yang dihabiskan Google setiap tahun untuk menjadikan mesinnya sebagai opsi default pada ponsel dan gadget baru. Pada tahun 2021, Google menghabiskan lebih dari 26 miliar dolar AS untuk mengunci perjanjian default ini.

Halaman Selanjutnya
img_title