Bursa Eropa Menguat Saat Iran Nyatakan Selat Hormuz Kembali Terbuka

Bursa Eropa Menguat Saat Iran Nyatakan Selat Hormuz Kembali Terbuka
Sumber :
  • ig.com

GadgetPasar saham Eropa ditutup menguat pada Jumat setelah Iran menyatakan Selat Hormuz kembali terbuka untuk kapal komersial selama masa gencatan senjata. Sentimen itu mendorong indeks regional Stoxx 600 naik 1,6 persen ke 626,58 poin, sekaligus mencatat kenaikan mingguan keempat berturut-turut.

img_title Tol Laut Pertama Dunia Pakai Kripto: Iran Wajibkan Tanker Bayar Rp32 Miliar dalam Bitcoin

Penguatan ini terjadi setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan bahwa jalur pelayaran strategis tersebut dapat digunakan seluruh kapal niaga selama sisa periode gencatan senjata yang disepakati di Lebanon. Reaksi pasar berlangsung cepat karena Selat Hormuz selama ini menjadi koridor penting bagi distribusi energi global.

Kabar pembukaan jalur itu ikut memicu reli di berbagai bursa utama dunia. Indeks-indeks Wall Street bergerak dekat rekor tertinggi, sementara harga minyak turun tajam. Dalam sesi yang sama, harga minyak tercatat sempat merosot hingga 11 persen, mencerminkan turunnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

img_title Iran Ancam Hancurkan Pusat Data AI Stargate Rp509 Triliun

Saham Eropa merespons penurunan risiko energi

Bagi pasar Eropa, perkembangan ini memiliki arti khusus. Kawasan tersebut tergolong sensitif terhadap gejolak harga energi karena ketergantungan yang tinggi pada pasokan minyak dan gas dari luar wilayah. Selama konflik berlangsung, saham-saham Eropa cenderung tertinggal dibandingkan saham AS, salah satunya karena kekhawatiran bahwa lonjakan harga minyak akan menambah tekanan inflasi.

img_title Deretan Sistem Pertahanan Udara Iran untuk Melawan Jet Tempur Amerika

Setelah kabar dari Iran muncul, pelaku pasar mulai menilai risiko jangka pendek terhadap pasokan energi berkurang. Hal itu ikut tercermin pada pasar obligasi, dengan imbal hasil obligasi pemerintah zona euro tenor pendek turun ke level terendah dalam satu bulan. Di saat yang sama, pasar uang juga mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga lanjutan dari Bank Sentral Eropa atau ECB.

Respons ini menunjukkan bahwa isu geopolitik di jalur distribusi energi masih menjadi variabel penting bagi arah pasar finansial Eropa. Ketika risiko suplai menurun, investor cenderung kembali masuk ke aset berisiko seperti saham, terutama di sektor-sektor yang paling terdampak oleh mahalnya energi.

Sektor perjalanan dan barang mewah memimpin kenaikan

Sektor yang paling diuntungkan dalam sesi tersebut adalah saham perjalanan dan barang mewah. Keduanya melonjak lebih dari 4 persen, menandai pemulihan setelah sebelumnya tertekan oleh kekhawatiran terhadap dampak perang pada konsumsi dan mobilitas internasional.

Sejumlah emiten besar di sektor barang mewah seperti LVMH, Hermes, dan Kering masing-masing naik lebih dari 1,5 persen. Kenaikan ini datang setelah saham-saham tersebut sempat melemah di awal pekan akibat peringatan bahwa konflik berdampak pada penjualan.

Maskapai juga mencatat pemulihan tajam. Ryanair, Lufthansa, dan easyJet menguat antara 6 persen hingga 7,5 persen. Pergerakan ini sejalan dengan turunnya harga minyak, yang langsung memengaruhi proyeksi biaya bahan bakar penerbangan. Selain itu, pelemahan harga energi juga dinilai bisa membantu memperbaiki minat pemesanan setelah sebelumnya tertekan oleh meningkatnya ketidakpastian global.

Di luar itu, indeks kedirgantaraan dan pertahanan naik 3,1 persen, sementara saham perbankan zona euro bertambah 3,3 persen. Kenaikan sektor perbankan menunjukkan bahwa sentimen risiko di pasar membaik secara lebih luas, bukan hanya terbatas pada saham yang terkait langsung dengan energi.

Saham energi justru tertekan saat minyak turun

Berbeda dengan mayoritas sektor lain, saham energi bergerak melemah. Indeks sektor energi turun 4,2 persen seiring penurunan harga minyak yang mengurangi potensi pendapatan perusahaan energi besar.

Shell turun 5,6 persen, sedangkan BP melemah 7,4 persen. Penurunan ini memperlihatkan bagaimana sentimen positif di pasar saham tidak selalu berlaku merata. Saat risiko geopolitik menurun, harga minyak bisa ikut turun, dan hal itu justru menekan emiten yang sangat bergantung pada kenaikan harga komoditas energi.

Sektor utilitas juga terkoreksi 1,4 persen. Di luar pergerakan sektoral yang dipengaruhi situasi Timur Tengah, ada juga pergerakan individual yang cukup tajam. Alstom anjlok 27 persen setelah produsen kereta asal Prancis itu menarik proyeksi arus kas tiga tahunnya. Ini menjadi peringatan besar kedua terkait kas sejak akhir 2023.

Sementara itu, Delivery Hero naik 5,2 persen setelah Uber meningkatkan kepemilikannya di perusahaan pemesanan makanan daring tersebut. Kenaikan ini menunjukkan bahwa di tengah sentimen makro dan geopolitik, faktor korporasi tetap menjadi penggerak penting untuk saham individual.

Presiden ECB Christine Lagarde pada saat yang sama mengatakan bank sentral perlu tetap waspada karena perang berpotensi menekan pertumbuhan zona euro dan mendorong inflasi melampaui proyeksi yang telah direvisi naik. Dengan demikian, meski pasar merespons positif pembukaan Selat Hormuz, risiko terhadap ekonomi Eropa belum sepenuhnya hilang dan tetap akan dipantau lewat perkembangan energi, inflasi, dan kebijakan moneter.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget