Langkah Mengejutkan Samsung: Alih-alih Pakai Sendiri, Galaxy S Bisa Pakai Layar BOE!

Langkah Mengejutkan Samsung: Alih-alih Pakai Sendiri, Galaxy S Bisa Pakai Layar BOE!
Sumber :
  • Gizmochina

Gadget – Dunia teknologi kembali dikejutkan oleh kabar yang berpotensi mengubah lanskap industri smartphone. Menurut laporan terbaru dari sumber terpercaya di Tiongkok, Samsung sedang mempertimbangkan penggunaan panel OLED buatan BOE raksasa layar asal Tiongkok untuk Galaxy S masa depan, termasuk kemungkinan besar Galaxy S26 atau S26 Ultra.

Redmi K90 Ultra Bocor, Baterai 10.000mAh dalam Bodi Tipis Jadi Sorotan

Kabar ini pertama kali diungkap oleh tipster ternama Ice Universe di Weibo dan dikonfirmasi oleh akun DealSite di X (sebelumnya Twitter). Disebutkan bahwa presiden divisi telekomunikasi Samsung baru saja bertemu langsung dengan CEO BOE untuk membahas kemitraan strategis, termasuk kemungkinan pemasokan panel OLED untuk flagship Galaxy S sebuah langkah yang sebelumnya nyaris tak terbayangkan.

Mengapa ini penting? Karena selama lebih dari satu dekade, Samsung Display anak perusahaan Samsung Electronics selalu menjadi satu-satunya pemasok layar untuk lini Galaxy S dan Galaxy Z. Kini, untuk pertama kalinya, pintu terbuka lebar bagi pemasok eksternal. Dan BOE, yang dulu hanya pemasok LCD untuk TV Samsung, kini berdiri di ambang sejarah.

iQoo Z11 Turbo Siap Menggoda, Baterai 7600mAh dan Snapdragon 8 Gen 5 Jadi Andalan

Artikel ini mengupas latar belakang rumor ini, alasan strategis di baliknya, kredibilitas BOE, ironi persaingan hukum, serta dampaknya terhadap masa depan Galaxy S.

BOE: Dari Pemasok TV ke Calon Pemasok Flagship Samsung

Samsung Galaxy S26 Disorot, Modem Baru Exynos 2600 Dinilai Berpengaruh ke Efisiensi Daya

Bagi banyak orang, BOE mungkin masih identik dengan layar TV atau perangkat mid-range. Faktanya, BOE memang telah lama menjadi pemasok panel LCD untuk Samsung TV, terutama di segmen menengah ke bawah. Namun, dalam lima tahun terakhir, BOE secara agresif mengembangkan teknologi OLED-nya sendiri dan hasilnya mulai diakui dunia.

Bahkan Apple, yang dikenal sangat ketat dalam seleksi pemasok, sudah menggunakan panel OLED BOE di beberapa model iPhone 14 dan iPhone 15 versi standar. Meski awalnya menuai kritik soal konsistensi warna, respons terhadap generasi terbaru BOE OLED cukup positif, terutama dalam hal efisiensi daya dan kecerahan puncak.

Kini, BOE tampaknya siap naik kelas dan Galaxy S bisa menjadi batu loncatannya ke puncak industri smartphone premium.

Mengapa Samsung Pertimbangkan BOE? Tekanan Biaya Jadi Pemicu Utama

Samsung bukan perusahaan yang gegabah. Setiap keputusan strategisnya apalagi yang melibatkan komponen inti seperti layar dihitung matang. Laporan menunjukkan bahwa divisi mobile Samsung sedang menghadapi tekanan biaya yang signifikan, terutama akibat:

  • Kenaikan harga chipset flagship (misalnya Snapdragon 8 Gen 4 atau Exynos 2500)
  • Lonjakan biaya sensor kamera canggih (terutama untuk sistem quad-camera di S25/S26 Ultra)
  • Kenaikan harga memori RAM dan penyimpanan UFS 4.0

Jika semua kenaikan biaya ini ditransfer langsung ke harga jual, Galaxy S26 Ultra bisa tembus $1.600 atau lebih jauh di atas kisaran harga saat ini (~$1.300). Untuk menjaga daya saing melawan iPhone dan Huawei, Samsung perlu mengompres biaya di sisi lain, dan layar OLED adalah salah satu komponen termahal setelah chipset dan kamera.

Dengan menggunakan BOE, Samsung bisa:

  • Mendapatkan harga lebih kompetitif dibanding membeli dari Samsung Display (yang tetap harus menghitung margin internal)
  • Mengurangi ketergantungan pada satu pemasok strategi yang sudah diterapkan Apple dan Xiaomi
  • Mendorong inovasi melalui persaingan internal

Ini bukan soal kualitas turun tapi soal efisiensi rantai pasok di tengah ekonomi global yang tidak pasti.

Ironi di Balik Kolaborasi: BOE Baru Saja Kalah di Pengadilan Melawan Samsung Display

Salah satu aspek paling menarik dari rumor ini adalah ironi hukum dan kompetisi yang mengiringinya.

Baru beberapa bulan lalu, Samsung Display memenangkan gugatan paten terhadap BOE terkait teknologi OLED. Akibatnya, BOE sempat dilarang mengirim panel OLED ke Amerika Serikat, yang secara langsung mengganggu pasokan Apple. Kasus ini menyoroti betapa ketatnya persaingan teknologi antara dua raksasa layar tersebut.

Namun, kini hubungan tampaknya mulai mencair. Pertemuan tingkat CEO ini menandakan bahwa kedua pihak atau setidaknya induk perusahaan Samsung Electronics melihat peluang kolaborasi yang lebih besar daripada konflik.

Ini juga mencerminkan realitas bisnis modern: perusahaan bisa bersaing di satu lini, tapi berkolaborasi di lini lain. Contoh klasik: Apple membeli chip dari Qualcomm meski sedang berperang hukum dengannya.

Apa Artinya bagi Pengguna Galaxy S?

Bagi konsumen, kabar ini bisa menimbulkan dua reaksi:

  • Kekhawatiran: “Apakah kualitas layar akan turun?”
  • Harapan: “Apakah harga Galaxy S jadi lebih terjangkau?”

Mari kita bahas keduanya.

Kualitas Layar: BOE Sudah Cukup Baik?

BOE memang belum menyamai Samsung Display dalam hal:

  • Kecerahan puncak (peak brightness)
  • Konsistensi warna di berbagai sudut pandang
  • Umur panel OLED (resistensi terhadap burn-in)

Namun, selisihnya semakin kecil. Panel BOE di iPhone 15 sudah mencapai brightness >2.000 nits dan mendukung LTPO untuk refresh rate adaptif. Jika Samsung menerapkan standar ketat seperti yang dilakukan Apple kualitas BOE untuk Galaxy S bisa tetap premium.

Harga Jual: Bisa Lebih Kompetitif

Jika Samsung berhasil menghemat $30–$50 per unit dari biaya layar, itu bisa diterjemahkan ke:

  • Harga jual yang lebih stabil (tidak naik drastis)
  • Margin lebih besar untuk berinvestasi di fitur lain (misalnya AI atau baterai)

Dengan kata lain, pengguna mungkin tidak perlu membayar lebih mahal demi spesifikasi yang terus meningkat.

Kapan Kita Akan Tahu Pasti?

Saat ini, tidak ada keputusan final. Pertemuan antara Samsung dan BOE masih dalam tahap eksplorasi awal. Namun, jika negosiasi berjalan lancar, Galaxy S26 (rilis Januari 2026) bisa jadi kandidat pertama yang menggunakan panel campuran:

  • Samsung Display untuk model Ultra
  • BOE untuk model standar atau Plus

Atau, Samsung bisa menerapkan strategi regional: BOE untuk pasar Asia, Samsung Display untuk AS dan Eropa mirip dengan pendekatan Apple terhadap pemasok layar.

Kesimpulan: Langkah Strategis, Bukan Sekadar Penghematan

Langkah Samsung untuk mempertimbangkan BOE bukan hanya soal memangkas biaya tapi strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan rantai pasok, mengurangi risiko monopoli internal, dan menjaga fleksibilitas di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Jika terwujud, ini akan menjadi titik balik bersejarah: untuk pertama kalinya, Galaxy S tidak sepenuhnya “buatan Samsung dari ujung ke ujung”. Tapi justru di situlah letak kecerdasan strategisnya mengakui bahwa kolaborasi eksternal bisa memperkuat dominasi internal.

Satu hal yang pasti: era di mana Samsung Display memonopoli layar flagship mungkin segera berakhir. Dan BOE, dengan tekad dan teknologinya, siap mengambil alih panggung dunia.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget