Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro Hanya untuk Flagship Mahal, Ini Alasannya!
- wccftech
Sebagai perbandingan, Snapdragon 8 Elite Gen 5 sudah dibanderol sekitar $280 per unit, tergantung volume dan negosiasi kontrak. Dengan peningkatan proses dan arsitektur, wajar jika harga Gen 6 Pro melampaui $300 angka yang nyaris setara dengan biaya seluruh BOM (Bill of Materials) smartphone mid-range.
Dampak pada Produsen Smartphone: Mahalnya Biaya Produksi
Bagi produsen seperti Samsung, Xiaomi, atau OnePlus, memasang chipset $300 berarti menaikkan harga jual akhir secara signifikan. Padahal, pasar smartphone global sedang menghadapi tekanan ganda:
1. Krisis Harga Memori Global
Harga DRAM dan NAND flash melonjak tajam pada 2025–2026. Akibatnya:
- Biaya BOM smartphone premium naik hingga 25%
- Beberapa merek mempertimbangkan kembali konfigurasi RAM 4GB untuk entry-level
- Transisi ke RAM 16GB di flagship diperlambat
2. Tuntutan Efisiensi Termal
Snapdragon 8 Elite Gen 5 sudah dikenal boros daya dan panas berlebihan. Versi Pro Gen 6, dengan arsitektur Oryon yang lebih agresif, akan jauh lebih menantang untuk didinginkan. Tanpa sistem pendingin canggih (vapor chamber, heat pipe besar), performa akan throttling membuat investasi chipset mahal menjadi percuma.
Karena alasan ini, kebanyakan vendor akan memilih versi standar yang lebih seimbang antara performa, konsumsi daya, dan harga.
Siapa yang Akan Mengadopsi Versi Pro?
Hanya segelintir merek yang diprediksi berani mengadopsi Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro:
- Samsung (untuk Galaxy S26 Ultra atau Z Fold 6 Ultra)
- Xiaomi (untuk Xiaomi 16 Ultra)
- Asus (ROG Phone 9 Pro)
- Nubia (Red Magic 10 Pro)
Perangkat-perangkat ini biasanya:
- Dibanderol di atas $1.200
- Memiliki sistem pendingin premium
- Menargetkan enthusiast dan gamer hardcore
Sementara itu, Google, OnePlus, Oppo, Vivo, dan Realme kemungkinan besar akan memilih versi standar untuk menjaga harga tetap kompetitif di kisaran $700–$1.000.
Persaingan dengan Apple dan MediaTek di Era 2nm
Rumor juga menyebut bahwa Apple, Qualcomm, dan MediaTek akan meluncurkan chipset 2nm pertama mereka dalam bulan yang sama pada 2026. Namun, TSMC dikabarkan menghadapi siklus produksi lebih panjang untuk proses 2nm, yang bisa menyebabkan kelangkaan pasokan awal.
Ini memberi keuntungan bagi Qualcomm untuk mengalokasikan stok terbatas chip Pro hanya ke pelanggan premium, sementara versi standar yang mungkin masih menggunakan 3nm bisa diproduksi dalam volume besar.