Google Kurangi Akses Kode Android Jadi 2 Kali Setahun—Apa Dampaknya?
- Gizchina
Gadget – Pada 6 Januari 2026, Google mengumumkan perubahan kebijakan besar yang akan mengguncang fondasi ekosistem Android: kode sumber Android Open Source Project (AOSP) kini hanya akan dirilis dua kali setahun pada kuartal II (Q2) dan kuartal IV (Q4).
Langkah ini mengakhiri tradisi lebih dari satu dekade di mana Google secara konsisten merilis kode sumber Android setiap tiga bulan, sejalan dengan empat rilis fitur tahunan. Kini, komunitas developer independen, pembuat ROM kustom, dan penganjur transparansi open source menghadapi kenyataan baru: mereka harus menunggu hingga enam bulan untuk melihat kode fitur terbaru Android.
Meski Google menegaskan bahwa keputusan ini bertujuan untuk menyederhanakan pengembangan dan memperkuat stabilitas platform, banyak pihak mempertanyakan apakah langkah ini justru mendorong Android ke arah yang lebih tertutup bertentangan dengan semangat awalnya sebagai proyek open source.
Artikel ini mengupas tuntas alasan di balik kebijakan baru, dampaknya terhadap ekosistem developer, respons komunitas, serta implikasi jangka panjang bagi masa depan Android sebagai platform terbuka.
Apa yang Berubah? Dari Empat Kali ke Dua Kali Setahun
Sejak kelahirannya, Android dibangun di atas prinsip transparansi dan kolaborasi terbuka melalui AOSP. Setiap rilis fitur baik itu Android 12, 13, 14, atau 15 disertai dengan pelepasan kode sumber ke publik, memungkinkan siapa saja untuk mempelajari, memodifikasi, atau membangun ulang sistem operasi tersebut.
Namun mulai 2026, Google hanya akan merilis kode fitur dua kali dalam setahun:
- Q2 (April–Juni): biasanya bertepatan dengan Android versi utama (misalnya Android 17)
- Q4 (Oktober–Desember): rilis pembaruan besar kedua atau fitur tambahan
Artinya, kode untuk pembaruan Q1 dan Q3 tidak akan tersedia untuk publik meskipun Google tetap mengembangkannya secara internal.
Alasan Google: Model “Trunk-Stable” untuk Stabilitas Lebih Baik
Google menjelaskan perubahan ini sebagai bagian dari transisi ke model pengembangan “trunk-stable” strategi rekayasa modern yang populer di perusahaan teknologi besar seperti Meta dan Microsoft.
Apa Itu Trunk-Stable?
- Satu Cabang Utama: Alih-alih memelihara banyak cabang pengembangan jangka panjang, semua insinyur Google bekerja pada satu cabang internal utama (“trunk”).
- Feature Flags: Fitur baru disembunyikan di balik switch digital dan hanya diaktifkan setelah dianggap stabil.
- Kode Siap Rilis: Cabang utama selalu dalam kondisi “siap kirim”, mengurangi risiko bug kritis saat integrasi.