ChatGPT Health Resmi Rilis: Ancaman Privasi Data atau Solusi AI?
- Istimewa
Risiko Diagnosa Mandiri dan Kasus Fatal
Batasan antara konsultasi informasi dan diagnosis mandiri sangat tipis. Kasus-kasus berbahaya telah terjadi sebelumnya.
Pada tahun 2025, misalnya, seorang pria harus dirawat di rumah sakit. Hal ini terjadi setelah chatbot AI diduga menyarankan dia mengganti garam dalam dietnya dengan natrium bromida. Insiden ini menunjukkan risiko nyata misinformasi yang fatal.
OpenAI mengklaim telah meningkatkan kemampuannya merespons percakapan sensitif, terutama kesehatan mental. Perusahaan telah bekerja sama dengan lebih dari 170 ahli kesehatan mental. Mereka melatih chatbot untuk de-eskalasi dan mengarahkan pengguna ke sumber daya dunia nyata, seperti layanan krisis.
Langkah Mitigasi OpenAI dan Prospek Masa Depan
OpenAI mengambil beberapa langkah untuk meredam kekhawatiran publik tentang keamanan data ChatGPT Health. Perusahaan berjanji tab ini akan memiliki riwayat obrolan terpisah.
Fitur memori baru akan menjaga histori obrolan kesehatan terpisah dari penggunaan ChatGPT lainnya. Selain itu, OpenAI menyatakan bahwa percakapan kesehatan pengguna tidak akan digunakan untuk melatih model bahasa mereka.
Perlindungan data ditingkatkan menggunakan enkripsi dan otentikasi multifaktor (MFA). Mereka juga mengklaim model bahasa terbaru mereka memiliki tingkat 'halusinasi' atau respons keliru hingga delapan kali lebih rendah daripada model sebelumnya. Meskipun demikian, pengguna harus selalu mengingat, layanan ini ditujukan untuk kebugaran dan nutrisi, bukan sebagai pengganti layanan medis profesional. Saat ini, ChatGPT Health masih dalam tahap uji coba beta, dan pengguna dapat mendaftar melalui daftar tunggu.