Baterai Sodium-ion Guncang Pasar EV: Lebih Murah dari LFP?
- Istimewa
Tiga Keunggulan Kunci Sodium-ion
Selain kepadatan energi, Baterai Sodium-ion memberikan tiga keuntungan kompetitif yang jelas. Keunggulan ini berkaitan langsung dengan keberlanjutan ekonomi, performa operasional, dan logistik.
Biaya Produksi Jauh Lebih Murah
Sodium sangat murah dan tersedia melimpah di seluruh dunia. Sumber daya ini dapat diekstraksi dari garam laut, tanpa memerlukan material mahal seperti kobalt atau nikel. Selain itu, baterai sodium-ion menghindari penggunaan tembaga dengan mengadopsi kolektor arus aluminium. Para analis memperkirakan sel sodium-ion dapat turun hingga $40/kWh, jauh lebih rendah daripada biaya LFP saat ini yang berkisar $70/kWh. Titik harga ini menjadikan mobil listrik seharga $20.000 (sekitar Rp325 juta) layak secara komersial tanpa subsidi pemerintah.
Keandalan di Iklim Ekstrem dan Keamanan Pengiriman
Baterai sodium-ion menunjukkan keandalan tinggi di iklim dingin. Baterai Naxtra mempertahankan 90% kapasitasnya bahkan pada suhu ekstrem -40°C. Ini menyelesaikan salah satu kelemahan terbesar lithium, yaitu penurunan jangkauan signifikan dalam kondisi beku.
Lebih lanjut, baterai sodium-ion dapat dikosongkan dengan aman hingga 0.0V tanpa menyebabkan kerusakan internal. Lithium harus mempertahankan muatan minimum untuk menghindari korsleting. Toleransi nol-tegangan ini meningkatkan keamanan selama penyimpanan dan transportasi. Risiko pelarian termal (thermal runaway) berkurang drastis, menyederhanakan pengemasan dan membantu menurunkan biaya logistik secara keseluruhan.
Strategi Hibrida: Menggabungkan Sodium dan Lithium
Banyak produsen baterai kini menerapkan pendekatan kimia ganda (dual-chemistry) daripada bergantung pada satu jenis sel. Dalam konsep hibrida, sel Baterai Sodium-ion digunakan untuk kinerja cuaca dingin yang superior, pengisian dan pengosongan cepat, serta biaya yang lebih rendah. Sementara itu, sel lithium-ion terus memberikan kepadatan energi tinggi untuk jangkauan mengemudi jarak jauh.
Desain campuran kimia ini bertujuan menyeimbangkan kinerja dan biaya produksi. Jarak tempuh panjang masih didorong oleh kimia lithium-ion, namun biaya keseluruhan dipangkas oleh sodium. Pendekatan ini memberi fleksibilitas lebih bagi produsen mobil menyesuaikan perilaku baterai untuk iklim dan kebutuhan regional yang berbeda.
Perspektif Jangka Panjang dan Perlombaan Global Sodium-ion
Produksi Baterai Sodium-ion saat ini sedang dipercepat di seluruh dunia. Tiongkok memimpin melalui perusahaan seperti CATL, BYD, dan HiNa Battery. Pabrik baru BYD di Qinghai telah memproduksi sel sodium-ion untuk kendaraan listrik tingkat pemula (entry-level).