Kontroversi Regulasi Telekomunikasi India: Wajib Berbagi Kode Sumber
- Istimewa
- India mewajibkan perusahaan telekomunikasi membagi kode sumber (source code) untuk ditinjau keamanan di laboratorium lokal.
- Perusahaan teknologi besar seperti Xiaomi, Samsung, dan Apple menentang keras aturan ini karena ancaman kebocoran Kekayaan Intelektual (IP).
- Regulasi baru tersebut diklaim bisa menunda pembaruan perangkat lunak krusial dan mengganggu performa perangkat.
- Meskipun ditentang, aturan ini menjanjikan perlindungan data lebih kuat bagi pengguna.
India baru saja menggulirkan kebijakan yang sangat kontroversial di sektor telekomunikasi. Pemerintah mengusulkan Persyaratan Keamanan Telekomunikasi baru yang memaksa raksasa teknologi, termasuk Xiaomi dan Apple, tunduk pada peninjauan kode sumber pribadi mereka. Peninjauan ini akan dilakukan di laboratorium lokal India. Ini adalah upaya keras pemerintah demi mengamankan data pengguna. Namun, kebijakan ini langsung memicu perdebatan sengit di seluruh ekosistem teknologi.
Aturan ini, yang secara fundamental mengubah cara kerja perusahaan, mengharuskan mereka membagi data yang sangat sensitif. Regulasi Telekomunikasi India ini bertujuan mencegah pelanggaran privasi dan memastikan keamanan data. Sebaliknya, industri khawatir regulasi berbagi kode sumber ini justru membahayakan Kekayaan Intelektual (IP) mereka.
Rincian Standar Keamanan Baru dan Tuntutan Sumber
Pemerintah India bertekad melindungi konsumen dari penipuan daring. Proposal dokumen tersebut mencakup 83 regulasi keamanan berbeda yang dirancang untuk menjaga pelanggan dari penipuan internet. Standar baru ini menekankan transparansi total dari produsen.
Secara spesifik, regulasi utama mewajibkan perusahaan berkomunikasi dengan pemerintah. Mereka harus melaporkan semua pembaruan perangkat lunak besar sebelum pembaruan tersebut tersedia untuk publik. Tujuannya memastikan tidak ada kode berbahaya (malicious codes) yang tersemat dalam software.
Dampak pada Pengguna HyperOS dan Pembaruan Sistem
Peraturan ini sangat relevan bagi pengguna perangkat berbasis HyperOS dan sistem operasi lainnya yang mengutamakan privasi dan pembaruan sistem yang sering. Padahal, pembaruan keamanan dan perbaikan bug seringkali harus dilakukan secara cepat. Kewajiban lapor sebelum pembaruan ini berpotensi menyebabkan penundaan signifikan.
Produsen mengklaim bahwa persyaratan ini belum pernah terjadi di dunia. Mereka juga memperkirakan penundaan vital pada pembaruan perangkat lunak untuk jutaan unit. Akibatnya, keamanan pengguna justru terancam karena patch keamanan mendesak mungkin tertunda.