Samsung Galaxy S26 Ultra Muncul di Geekbench, Snapdragon Versi Khusus Terungkap
- Gizmochina
Seri flagship terbaru Samsung kembali menjadi sorotan. Setelah beberapa minggu terakhir muncul di berbagai platform sertifikasi, kini Samsung Galaxy S26 dan Galaxy S26 Ultra terpantau di database Geekbench. Kemunculan ini sekaligus mengungkap sejumlah detail penting, mulai dari chipset yang digunakan, kapasitas RAM, hingga sistem operasi yang dijalankan.
Secara konsisten, bocoran terkait lini Galaxy S26 terus bermunculan. Berdasarkan laporan yang beredar, Galaxy S26 membawa nomor model SM-S942, sementara Galaxy S26 Plus diperkirakan hadir dengan nomor model SM-S947. Adapun Galaxy S26 Ultra dikaitkan dengan nomor model SM-S948. Walau belum diumumkan secara resmi oleh Samsung, penamaan ini dinilai sejalan dengan pola yang selama ini digunakan perusahaan asal Korea Selatan tersebut.
Dalam perkembangan terbaru, varian Galaxy S26 dan Galaxy S26 Ultra versi Amerika Serikat dengan status unlocked terdeteksi di Geekbench. Kehadiran kedua perangkat ini semakin menguatkan dugaan bahwa Samsung tengah mempersiapkan peluncuran resminya dalam waktu dekat.
Berdasarkan data Geekbench, baik Galaxy S26 Ultra dengan kode SM-S948U maupun Galaxy S26 dengan kode SM-S942U sama-sama dibekali RAM sebesar 12 GB. Selain itu, keduanya tercatat menjalankan sistem operasi Android 16. Sistem ini diyakini akan dipadukan dengan antarmuka terbaru Samsung, yakni One UI 8.5, yang kemungkinan membawa peningkatan pada sisi performa, keamanan, serta pengalaman pengguna.
Menariknya, meski nama chipset tidak ditulis secara eksplisit di Geekbench, metadata CPU dan GPU memberikan petunjuk kuat mengenai dapur pacu yang digunakan. Kedua ponsel ini diyakini mengandalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, sebuah chipset khusus yang disesuaikan untuk perangkat flagship Samsung.
Chipset tersebut memiliki konfigurasi dua inti performa tinggi dengan kecepatan hingga 4,19 GHz, enam inti performa lainnya yang berjalan di angka 3,55 GHz, serta GPU Adreno 840. Namun demikian, ada satu catatan penting. Kecepatan ini sedikit lebih rendah dibandingkan versi standar Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang secara teoritis mampu mencapai kecepatan hingga 4,6 GHz untuk dua inti utamanya dan 3,62 GHz untuk enam inti lainnya.
Perbedaan ini memunculkan spekulasi bahwa Samsung mungkin memilih pengaturan clock yang lebih konservatif. Tujuannya bisa saja untuk menjaga efisiensi daya, mengontrol suhu perangkat, atau memastikan stabilitas performa dalam penggunaan jangka panjang. Strategi semacam ini bukan hal baru, mengingat Samsung kerap mengoptimalkan chipset flagship-nya agar selaras dengan desain dan sistem pendingin perangkat.
Dari sisi performa, hasil pengujian Geekbench menunjukkan angka yang cukup impresif. Galaxy S26 Ultra mencatatkan skor 3.466 poin untuk pengujian single-core dan 11.035 poin untuk multi-core pada Geekbench 6.5. Sementara itu, Galaxy S26 memperoleh skor single-core 3.378 dan skor multi-core 11.097.
Hasil ini memperlihatkan bahwa perbedaan performa antara Galaxy S26 dan Galaxy S26 Ultra tergolong tipis. Dengan kata lain, pengguna tetap akan mendapatkan kinerja kelas atas, baik memilih varian standar maupun model Ultra. Perbedaan signifikan kemungkinan besar justru terletak pada aspek lain, seperti ukuran layar, konfigurasi kamera, kapasitas baterai, dan fitur eksklusif yang biasanya disematkan pada varian Ultra.
Kemunculan kedua perangkat di Geekbench juga mengindikasikan bahwa Samsung tengah melakukan pengujian internal menjelang pengumuman resmi. Biasanya, fase ini dilakukan beberapa minggu sebelum peluncuran untuk memastikan performa dan stabilitas perangkat dalam kondisi optimal.
Sejalan dengan bocoran sebelumnya, Samsung diperkirakan akan memperkenalkan seri Galaxy S26 pada 26 Februari mendatang. Setelah itu, penjualan global disebut akan dimulai pada bulan Maret, mengikuti pola rilis flagship Samsung yang sudah menjadi tradisi dalam beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, ada pula kabar mengenai perubahan strategi produk. Sebelumnya, seri Galaxy S26 sempat dirumorkan akan menghadirkan varian S26 Edge. Namun, laporan terbaru menyebutkan bahwa model tersebut dibatalkan. Alasannya diduga karena minat pasar terhadap ponsel ultra-tipis dinilai kurang kuat.
Tak hanya itu, Galaxy S26 Pro yang sempat muncul dalam bocoran awal juga dipastikan tidak akan hadir. Laporan yang beredar sejak Oktober lalu menyebutkan bahwa perangkat tersebut memang tidak masuk dalam rencana final Samsung untuk lini Galaxy S26.
Dengan berbagai bocoran yang semakin menguat, peluncuran resmi Galaxy S26 kini tinggal menunggu waktu. Jika melihat spesifikasi awal yang terungkap, seri ini tampaknya akan kembali menjadi salah satu flagship Android paling dinantikan tahun depan, terutama bagi pengguna yang menginginkan performa tinggi dengan sentuhan optimasi khas Samsung.