Apple Pakai Google Gemini untuk AI, Tapi Siri Tetap Milik Apple!
- Gizmochina
Namun, semua itu tetap terjadi di balik layar, tanpa mengganggu pengalaman pengguna yang sudah Apple desain dengan cermat.
Respons Komunitas dan Analis Teknologi
Reaksi awal di media sosial memang panas terutama dari penggemar fanatik yang khawatir Apple “menjual jiwa” ke Google. Namun, analis teknologi seperti Ben Thompson (Stratechery) dan Mark Gurman (Bloomberg) menilai langkah ini sebagai keputusan pragmatis.
“Apple tidak bisa menunggu 3 tahun lagi untuk bersaing di era AI. Mereka butuh percepatan dan Gemini adalah jalan pintas paling aman tanpa mengorbankan privasi,” tulis Gurman.
Sementara itu, pendukung privasi seperti Electronic Frontier Foundation (EFF) menyatakan bahwa selama tidak ada aliran data ke pihak ketiga, kolaborasi semacam ini masih dapat diterima.
Kesimpulan: Kolaborasi Cerdas, Bukan Kompromi Prinsip
Apple tidak sedang “menyerahkan” AI-nya ke Google. Yang terjadi justru sebaliknya: Apple memanfaatkan aset terbaik di industri untuk memperkuat visi internalnya sendiri.
Dengan memilih Gemini sebagai fondasi pelatihan bukan sebagai mesin inferensi langsung Apple menjaga kendali penuh atas:
- Arsitektur model
- Alur data
- Pengalaman pengguna
- Reputasi privasi
Bagi pengguna, ini kabar baik: Anda tetap mendapatkan AI yang lebih pintar, tanpa harus khawatir tentang siapa yang mengintip data Anda.
Dan jika sejarah berulang, dalam beberapa tahun ke depan, Apple akan kembali berdiri sendiri dengan model AI-nya sendiri yang mungkin justru lebih unggul dari Gemini.
Karena pada akhirnya, Apple tak pernah ingin menjadi yang pertama. Mereka hanya ingin menjadi yang terbaik dan paling aman.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |