Gemini Bisa Ingat Semua Aktivitasmu! Ini Fitur Baru Google yang Bikin Kaget
- GeminiApp
Josh Woodward, VP Google Labs, membagikan pengalaman nyata: saat ia lupa ukuran ban mobilnya, Gemini menganalisis foto perjalanan di galerinya, mengenali merek kendaraan, lalu menarik nomor pelat dari gambar lain untuk mengonfirmasi identitas mobil dan akhirnya memberikan rekomendasi ukuran ban yang tepat.
Contoh ini menunjukkan kekuatan multimodal reasoning: AI tidak hanya membaca teks, tapi memahami gambar, menghubungkan entitas, dan menarik kesimpulan logis.
Beberapa skenario penggunaan praktis:
- Perjalanan: Gemini menganalisis email konfirmasi hotel, foto destinasi sebelumnya, dan riwayat pencarian untuk merancang itinerary yang unik dan hindari tempat ramai.
- Produktivitas: Saat diminta “ringkas proyek Q3”, AI menggabungkan dokumen Drive, email klien, dan catatan rapat dari Meet.
- Kenangan pribadi: “Tunjukkan foto liburan keluarga tahun lalu di pantai” AI langsung menampilkan hasil dari Google Photos, bahkan jika kamu lupa nama lokasinya.
Yang membuatnya lebih aman: setiap jawaban disertai referensi sumber. Kamu bisa melihat apakah informasi berasal dari email tertentu atau foto spesifik dan mengoreksi langsung jika AI salah mengasumsikan sesuatu.
Selain itu, sistem umpan balik berbasis jempol (?/?) memungkinkan pengguna melatih AI secara real-time, mencegah over-personalization misalnya, ketika AI mengira kamu suka hiking hanya karena pernah menghadiri acara di pegunungan.
Privasi & Keamanan: Apakah Data Pribadi Kita Aman?
Google sadar bahwa fitur sekuat ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran privasi. Oleh karena itu, mereka menerapkan prinsip “opt-in” ketat:
- Fitur mati secara default kamu harus mengaktifkannya sendiri.
- Kontrol granular pilih aplikasi mana yang boleh diakses (misalnya, izinkan Photos tapi blokir Gmail).
- Tidak ada pelatihan AI dari data pribadi Google menegaskan bahwa konten email, foto, atau riwayat tidak digunakan untuk melatih model. Hanya prompt dan respons (dengan identitas dihapus) yang dipakai untuk peningkatan sistem.
- Guardrails ketat AI dibatasi agar tidak menyimpulkan data sensitif seperti kondisi kesehatan, orientasi seksual, atau keyakinan agama.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Google pada privasi berbasis kontrol pengguna, bukan sekadar janji kosong.