Target 97.5%: Jaringan 4G XLSMART Kini Jangkau 95% Populasi
- Istimewa
Dokumen Renstra merinci proyeksi peningkatan cakupan jaringan pita lebar bergerak per populasi. Indikator ini ditetapkan meningkat bertahap hingga mencapai 98% pada 2029. Secara rinci, target cakupan yang ditetapkan Komdigi antara lain:
- 97,50% pada 2026.
- 97,75% pada 2027.
- 97,90% pada 2028.
- Mencapai 98,00% pada 2029.
Tantangan Pembiayaan di Wilayah 3T
Meski rencana ambisius telah tertuang, pencapaian target tersebut membutuhkan upaya ekstra. Khususnya, perluasan layanan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menuntut kesiapan investasi besar. Selain itu, dukungan kebijakan yang kuat juga sangat diperlukan.
Pengamat Telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ian Joseph Matheus Edward, menekankan pentingnya dukungan pembiayaan. Menurut Ian, mengejar target cakupan 97,5% memerlukan Capital Expenditure (Capex) operator seluler yang lebih besar. Insentif khusus untuk pembangunan di daerah 3T juga wajib tersedia.
Analisis Kebutuhan Investasi Infrastruktur
Pemerataan akses di wilayah 3T merupakan tantangan utama dalam implementasi target nasional. Ian Joseph menyarankan agar pembangunan infrastruktur di daerah tersebut harus disertai skema pengembalian yang jelas. Skema ini dapat diimplementasikan melalui mekanisme kewajiban pelayanan universal (USO) non-tunai.
Selain itu, pembangunan jaringan yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus mendapat kompensasi. Kompensasi tersebut dapat berbentuk penyertaan negara. Hal ini penting untuk menjaga agar beban regulasi yang ditanggung operator tetap proporsional. Komitmen XLSMART melalui perluasan jaringan 4G XLSMART menjadi kunci sukses kolaborasi ini. Dukungan investasi dan kebijakan yang tepat akan memastikan transformasi digital mencapai seluruh lapisan masyarakat Indonesia.