Waspada! BRIN Ungkap Wilayah Rawan Sinkhole Indonesia

Waspada! BRIN Ungkap Wilayah Rawan Sinkhole Indonesia
Sumber :
  • Istimewa

Identifikasi Potensi Rongga Bawah Tanah

Fenomena Langka: Dua Gerhana Hiasi Langit Ramadan 2024, Apakah Bakal Kiamat?

Meskipun sulit dideteksi mata telanjang, keberadaan rongga batugamping dapat diidentifikasi. Adrin Tohari menyarankan penggunaan survei geofisika. Survei ini memberikan gambaran citra kondisi bawah permukaan tanah.

Metode seperti gayaberat, georadar, dan geolistrik sangat efektif. Para ahli dapat memetakan sebaran, kedalaman, dan ukuran rongga. Dengan gambaran detail ini, potensi sinkhole bisa diantisipasi lebih dini.

SiRekap, Aplikasi Buatan ITB yang Telah Digunakan Sejak 2019

Tanda Peringatan di Kawasan Permukiman

Kawasan permukiman yang berada di atas lapisan batugamping memiliki risiko tinggi. Tanda penting yang harus diwaspadai adalah hilangnya aliran air permukaan secara tiba-tiba. Apabila aliran air mendadak menghilang, kemungkinan air masuk ke rongga bawah tanah. Kondisi ini harus segera diinvestigasi karena berpotensi memicu runtuhan.

TKDN Smart City Sampai 70%, BRIN Apresiasi Inovasi Perusahaan Ini

Kelayakan Air dalam Sinkhole

Mengenai kualitas air yang ditemukan di dalam sinkhole, Adrin memperingatkan bahwa air tersebut tidak serta merta layak dikonsumsi. Air itu umumnya berasal dari air hujan dan air bawah permukaan.

Air harus melalui analisis kimia yang ketat terlebih dahulu. Analisis ini meliputi pengujian kejernihan, warna, bau, rasa, pH, kandungan bakteri berbahaya seperti E. coli, serta logam berat. Hasil analisis harus sesuai standar kesehatan yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan.

Pendekatan Sains untuk Antisipasi Bencana Geologi

BRIN menekankan pentingnya pendekatan berbasis sains dalam memahami dan mengantisipasi fenomena sinkhole. Metode rekayasa geoteknik tersedia untuk mencegah pembentukan runtuhan di daerah batugamping.

Metode unggulan yang dapat dilakukan adalah cement grouting. Teknik ini melibatkan injeksi semen, mortar, atau bahan kimia tertentu untuk mengisi rongga pada lapisan batugamping bawah permukaan.

Proses cement grouting diawali dengan pemboran dari permukaan hingga kedalaman yang menjadi lokasi rongga. Kemudian, material injeksi dimasukkan melalui pipa yang terpasang di lubang bor.

Injeksi material grouting menggunakan pompa bertekanan. Tekanan dan volume injeksi dimonitor secara cermat. Tujuannya agar material mengisi rongga tanpa merusak struktur batuan di sekitarnya. Efektivitas grouting selanjutnya diverifikasi melalui uji permeabilitas atau pengujian geofisika lain. Ini memastikan rongga sudah terisi penuh dan stabilitas lapisan batuan meningkat, sehingga potensi sinkhole Indonesia dapat diminimalisir.