TikTok Shop Kalahkan Shopee dalam Volume Paket 2025: Analisis
- Istimewa
Prediksi 2026: Strategi Pertahanan Shopee dan Efisiensi Operasional
Berdasarkan perkembangan pasar yang mendesak ini, Momentum Works merilis dua proyeksi utama dalam laporan Southeast Asia Predictions 2026.
Pertama, TikTok Shop diperkirakan mampu menyamai total volume pengiriman paket Shopee pada tahun 2026 ini.
Kedua, Shopee diproyeksikan akan memperkuat strategi pertahanannya. Mereka akan meningkatkan fokus pada layanan pengiriman instan. Strategi ini menjadi langkah reaktif untuk menangkis tekanan dari integrasi e-commerce dan hiburan TikTok.
Momentum Works menjelaskan Shopee menghadapi tantangan serius karena belum mampu menembus sistem konversi tertutup milik TikTok. Sistem ini mengintegrasikan hiburan hingga transaksi dalam satu aplikasi, memberikan keunggulan kompetitif.
Kondisi tersebut secara otomatis mendorong Shopee untuk memperkuat dua proposisi nilai utama yang langsung dirasakan oleh konsumen: kecepatan layanan dan efisiensi biaya.
Lanskap Baru Logistik E-commerce Asia Tenggara
Dinamika persaingan e-commerce hari ini berbeda drastis dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Persaingan tidak lagi berpusat pada perang subsidi harga atau promosi besar-besaran yang bersifat eksternal.
Tekanan saat ini lebih bersifat internal. Tekanan itu tertuju kepada para manajer, operator, dan eksekutif di kedua pihak untuk menghasilkan efisiensi, eksekusi, dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Dalam laporan tersebut, Momentum Works juga memetakan 10 prediksi utama yang memengaruhi perkembangan ekonomi digital Asia Tenggara pada 2026. Pergeseran logistik, redefinisi loyalitas pelanggan, hingga kolaborasi bisnis China dan Asia Tenggara menjadi fokus utama. Pertumbuhan pesat TikTok Shop yang lampaui Shopee menandai dimulainya fase akhir persaingan logistik e-commerce, dengan pemain dominan yang semakin jelas.