Peringkat Anjlok: Ketahanan Siber Nasional Ancam Ekonomi Digital
- Istimewa
- Skor Ketahanan Siber Nasional (NCSI) Indonesia anjlok signifikan dari 63,64 (2023) menjadi 47,50 (2025), membuat peringkat nasional melorot ke posisi 84.
- Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI) memperingatkan penurunan ini berpotensi merusak target proyeksi Ekonomi Digital Indonesia senilai US$360 miliar pada 2030.
- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memastikan insiden serangan siber pada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 tahun 2024 menjadi pemicu utama merosotnya skor tersebut.
Penurunan tajam skor Ketahanan Siber Nasional Indonesia menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan industri. Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI) menegaskan kondisi ini berisiko besar mengancam laju pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia. Padahal, sektor digital nasional diproyeksikan mencapai nilai ambisius, yaitu sekitar US$360 miliar atau setara lebih dari Rp5.700 triliun pada tahun 2030.
Ketua Umum ADIGSI, Firlie Ganinduto, menjelaskan transformasi digital yang super cepat justru memperbesar risiko keamanan siber. Ketergantungan tinggi pada layanan digital dan rantai pasok teknologi menciptakan titik kerentanan baru. Tingkat kematangan keamanan siber yang belum merata antar-sektor memperparah kondisi ini, membuat ketahanan rata-rata nasional rentan tertarik turun.
Analisis Dampak dan Risiko Siber Terhadap Kepercayaan Global
Firlie Ganinduto menyatakan peningkatan risiko siber berdampak langsung pada ekosistem digital. Masalah ini bisa memengaruhi persepsi pelaku usaha dan mitra global terhadap keamanan digital Indonesia. Persepsi negatif berpotensi menghambat investasi dan kolaborasi di masa depan.
Data National Cybersecurity Index (NCSI) menunjukkan penurunan skor yang mencolok. Skor Ketahanan Siber Nasional Indonesia pada 2025 tercatat 47,50 poin. Angka ini jauh merosot dibandingkan capaian 2023 sebesar 63,64 poin. Penurunan ini otomatis membuat peringkat Indonesia jatuh bebas dari posisi ke-48 menjadi ke-84 dari total 136 negara di dunia.
PDNS 2: Pemicu Utama Merosotnya Skor
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengonfirmasi bahwa merosotnya skor NCSI 2025 disebabkan oleh insiden krusial yang terjadi setahun sebelumnya. Ketua BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, menjelaskan laporan NCSI 2025 memotret kondisi pada tahun 2024.
"Tahun 2024 ada apa? Ada kasus PDNS," ungkap Nugroho. Serangan ransomware yang menargetkan layanan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 memberikan dampak signifikan terhadap penurunan peringkat Ketahanan Siber Nasional.