Satelit Telekomunikasi Sahel: Ambisi Rusia Amankan Kedaulatan Internet Afrika

Satelit Telekomunikasi Sahel: Ambisi Rusia Amankan Kedaulatan Internet Afrika
Sumber :
  • Istimewa

Waspada! Rusia Dikabarkan Kembangkan Senjata Anti-Starlink yang Bisa Lumpuhkan Ribuan Satelit
  • Aliansi Negara-Negara Sahel (AES) yang terdiri dari Burkina Faso, Mali, dan Niger, secara resmi menjalin kerja sama dengan Rusia untuk meluncurkan Satelit Telekomunikasi Sahel pertama.
  • Proyek vital ini bertujuan memperkuat kemandirian teknologi dan mengamankan kedaulatan internet di kawasan Afrika yang dikenal sebagai Sahel.
  • Langkah ini sekaligus menegaskan peningkatan peran strategis Rusia, mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh berkurangnya pengaruh negara-negara Barat di wilayah tersebut.

Bikin Barat Ketar-Ketir, Ini 3 Rudal Hipersonik Rusia Paling Mematikan

Tiga negara kunci di kawasan Sahel, yaitu Burkina Faso, Mali, dan Niger, secara ambisius memutuskan memperkuat kedaulatan digital mereka. Ketiga negara yang tergabung dalam Aliansi Negara-Negara Sahel (AES) ini menjalin kemitraan strategis dengan Rusia. Tujuan utama kolaborasi ini adalah membangun dan meluncurkan Satelit Telekomunikasi Sahel yang akan dimanfaatkan bersama. Proyek bersejarah ini bukan hanya tentang konektivitas; ini adalah pernyataan geopolitik yang mendalam. Satelit ini akan menjadi infrastruktur teknologi mandiri yang penting bagi masa depan komunikasi dan keamanan regional.

Penguatan Kedaulatan Internet Afrika Melalui Proyek Satelit Bersama

Putin Tegaskan Tak Ada Kompromi dengan Ukraina, Syarat Perdamaian Tetap Sama

Peningkatan kemampuan teknologi menjadi fokus utama bagi AES. Kesepakatan kerja sama ini dibahas detail dalam pertemuan tingkat tinggi di Ouagadougou, Burkina Faso. Para pejabat Rusia dan Burkina Faso membahas rencana teknis peluncuran satelit milik Rusia, yang nantinya akan melayani seluruh anggota aliansi.

Pertemuan tersebut menunjukkan betapa seriusnya komitmen kedua belah pihak. Duta Besar Rusia untuk Burkina Faso, Igor Martynov, hadir bersama Perdana Menteri Burkina Faso, Jean Emmanuel Ouedraogo, dan kosmonaut Rusia, Alexandre Gorbounov. Kehadiran kosmonaut Gorbounov secara spesifik menggarisbawahi pentingnya dimensi antariksa dalam kemitraan bilateral ini.

Mengenal Lebih Dekat Aliansi Negara-Negara Sahel (AES)

Kawasan Sahel sendiri merupakan zona semi-gersang yang membentang luas, berfungsi sebagai transisi antara Gurun Sahara di utara dan sabana yang lebih subur di selatan. Wilayah ini sangat membutuhkan infrastruktur komunikasi yang tangguh dan aman.

Bagi AES, investasi dalam Satelit Telekomunikasi Sahel adalah upaya mutlak mengurangi ketergantungan pada teknologi luar. Satelit ini diharapkan menyediakan layanan vital. Layanan itu mencakup akses internet, telepon, dan siaran ke daerah-daerah terpencil. Lebih dari itu, satelit ini juga krusial untuk pengawasan perbatasan serta respons cepat penanganan bencana.

Halaman Selanjutnya
img_title