Airlangga Gaet Nvidia Cs: Investasi Teknologi Digital di WEF 2026
- Istimewa
Manuver Diplomasi Investasi dan Pesan Stabilitas Prabowo
Selain menggalang investasi dari raksasa AS, Menko Airlangga juga memperluas jaringan strategis di Timur Tengah. Di hari yang sama, beliau bertemu dengan Menteri Investasi Yordania, Tareq Abu Ghazaleh.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dan Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir. Mereka secara khusus membahas tindak lanjut atas Nota Kesepahaman antara Danantara dan Jordan Investment Fund. Tujuannya adalah membuka peluang investasi strategis di Kerajaan Hashemite Yordania.
Visi Ekonomi Pro-Rakyat Presiden Terpilih
Seluruh rangkaian agenda pemerintah di WEF 2026 didukung oleh kehadiran Presiden Prabowo Subianto. Presiden memberikan Special Address di Davos Congress Center pada hari yang sama. Partisipasi ini dinilai strategis untuk menyampaikan visi ekonomi baru Indonesia di mata global.
Prabowo menegaskan bahwa perdamaian dan stabilitas adalah prasyarat fundamental bagi kemakmuran. "Keduanya bukanlah kemewahan, melainkan merupakan prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bersama," ujar Presiden. Airlangga menjelaskan, Presiden secara tuntas memaparkan program ekonomi prioritas yang pro-rakyat. Program ini mengutamakan kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha. Inti dari kepemimpinan Indonesia saat ini adalah: kebijakan sosial harus meningkatkan produktivitas, dan produktivitas harus menghasilkan pertumbuhan.
Implikasi Kunjungan WEF terhadap Pertumbuhan Investasi Jangka Panjang
Kehadiran delegasi Indonesia di WEF Davos 2026 mengirimkan sinyal kuat kepada pasar global. Komitmen pemerintah, didukung penuh oleh Presiden Prabowo, untuk menarik Investasi Teknologi Digital dari pemain kunci seperti Nvidia dan AWS menegaskan keseriusan Indonesia. Indonesia ingin menjadi pemain utama ekonomi digital Asia Tenggara.
Tindak lanjut dari dialog ini akan sangat menentukan arah pembangunan infrastruktur teknologi canggih negara dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah harus memastikan regulasi yang mendukung dan insentif yang menarik agar minat besar dari perusahaan-perusahaan digital global dapat segera terwujud dalam bentuk investasi riil di sektor data center dan keamanan siber.