Data Penerbangan Kini Lebih Aman! NASA Uji Teknologi Blockchain di Drone
- NASA/Brandon Torres Navarette
Pengujian di Dunia Nyata: Drone Alta-X sebagai Laboratorium Terbang
Untuk menguji konsep ini, tim peneliti NASA memilih drone Alta-X platform UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang stabil dan modular. Drone ini dilengkapi:
- Komputer onboard untuk menjalankan protokol blockchain
- Modul radio untuk komunikasi dengan stasiun darat
- Sistem GPS untuk pelacakan posisi real-time
- Baterai berdaya tahan tinggi
Dalam simulasi, drone terbang sambil mengirim dan menerima data penerbangan ke stasiun darat melalui jaringan yang diamankan oleh blockchain. Tim peneliti kemudian mencoba mensimulasikan gangguan dan akses tidak sah dan sistem blockchain berhasil mendeteksi serta menolak upaya tersebut.
Pengujian ini membuktikan bahwa teknologi ini tidak hanya teoritis, tapi layak diimplementasikan di lingkungan operasional nyata.
Ekspansi ke Masa Depan: Dari Drone ke Langit Kota dan Stratosfer
NASA tidak berhenti di sini. Para peneliti meyakini bahwa kerangka kerja blockchain ini dapat diperluas ke dua domain utama:
1. Urban Air Mobility (UAM)
Dengan munculnya taksi udara listrik (eVTOL) di kota-kota besar, arus data penerbangan akan meningkat eksponensial. Blockchain bisa menjadi tulang punggung sistem manajemen lalu lintas udara perkotaan yang aman dan skalabel.
2. Operasi Ketinggian Tinggi (>60.000 Kaki)
Misalnya untuk pesawat pengintai stratosfer, balon cuaca, atau wahana eksplorasi atmosfer. Di ketinggian ekstrem, komunikasi sering terputus-putus, sehingga sistem yang tahan gangguan seperti blockchain sangat dibutuhkan.
Tantangan yang Masih Harus Dihadapi
Meski menjanjikan, adopsi blockchain di penerbangan tidak lepas dari tantangan:
- Latensi: Proses verifikasi konsensus bisa memperlambat transmisi data real-time.
- Konsumsi daya: Komputasi blockchain membutuhkan sumber daya, yang terbatas di UAV kecil.
- Interoperabilitas: Integrasi dengan sistem legacy (ATC, ADS-B, dll.) memerlukan standarisasi global.
NASA mengakui hal ini dan menyatakan bahwa penelitian masih berlangsung. Namun, hasil awal sudah cukup meyakinkan untuk melanjutkan pengembangan.
Implikasi Global: Bukan Hanya untuk NASA
Jika sukses, teknologi ini bisa diadopsi oleh:
- FAA (Federal Aviation Administration)
- EASA (European Union Aviation Safety Agency)
- Maskapai penerbangan komersial
- Produsen drone dan eVTOL
Bayangkan dunia di mana setiap pesawat, drone, dan taksi udara berbagi data melalui jaringan blockchain aman tanpa takut diretas, dipalsukan, atau disadap. Itu adalah visi yang kini selangkah lebih dekat berkat inovasi NASA.