Target Jaringan 5G 2026 Naik: Komdigi Bidik 8,5% Cakupan Nasional
- Istimewa
- Target Cakupan Jaringan 5G nasional pada 2026 ditetapkan 8,5%, melampaui capaian 2025.
- Komdigi optimistis mencapai target berkat rencana menggelar lelang frekuensi baru.
- Kecepatan mobile broadband dipatok mencapai 80 Mbps pada 2026, lebih cepat dari target RPJMN 2028.
- Cakupan 4G ditargetkan mencapai 99,05% populasi pada tahun yang sama.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan target agresif untuk pengembangan infrastruktur telekomunikasi nasional. Komdigi secara spesifik membidik peningkatan Cakupan Jaringan 5G hingga mencapai 8,5% dari luas permukiman nasional pada tahun 2026. Angka ini secara signifikan melampaui capaian tahun sebelumnya.
Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital, menyampaikan target ambisius ini saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Senin (26/1/2026). Sebelumnya, layanan 5G telah menjangkau 6,33% luas permukiman Indonesia pada tahun 2025. Capaian tahun 2025 bahkan sudah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang hanya 4,4%.
Strategi Komdigi Mempercepat Cakupan Jaringan 5G
Meutya Hafid mengungkapkan Komdigi sangat optimistis target 8,5% ini dapat tercapai. Pasalnya, mereka sudah menyiapkan strategi kunci. Pemerintah berencana segera menggelar lelang frekuensi baru.
Lelang frekuensi tersebut diharapkan mampu menjadi pendorong utama. Langkah ini akan mempercepat pemerataan infrastruktur telekomunikasi generasi kelima. Lelang ini tidak hanya memperkuat sinyal 5G, tetapi juga berpotensi membantu peningkatan layanan 4G eksisting.
Peningkatan Kualitas Jaringan 4G dan Broadband
Selain fokus pada pengembangan 5G, Komdigi juga menargetkan peningkatan kualitas jaringan lama dan layanan data secara keseluruhan. Komitmen ini tampak jelas pada target cakupan 4G dan kecepatan broadband.
Fokus Pada Jaringan 4G
Layanan 4G tercatat telah menjangkau 98,95% populasi penduduk Indonesia pada 2025. Komdigi memastikan peningkatan cakupan ini. Pada 2026, cakupan 4G ditargetkan mencapai 99,05%. Target ini sekali lagi melampaui target yang ditetapkan dalam RPJMN 2029.
Ambisi Kecepatan Broadband Nasional
Komdigi juga menaikkan standar kecepatan akses internet. Rata-rata kecepatan mobile broadband di seluruh ibu kota provinsi pada 2025 tercatat 63,51 Mbps.
Pada 2026, Komdigi bertekad mendorong kecepatan tersebut menjadi 80 Mbps. Target 80 Mbps ini lebih cepat dibandingkan target RPJMN yang semula ditetapkan baru tercapai pada tahun 2028.
Sementara itu, untuk fixed broadband, kecepatan rata-rata di ibu kota provinsi yang mencapai 51,84 Mbps pada 2025 akan didorong menjadi 64 Mbps di 2026. Pencapaian ini diperkirakan jauh lebih cepat dari target RPJMN 2027.
Perluasan Program Digital Inklusif Lainnya
Upaya pemerataan akses digital tidak berhenti pada jaringan seluler. Komdigi juga memperluas jangkauan layanan digital inklusif dan responsif.
Cakupan fixed broadband per kecamatan pada 2025 telah mencapai 72,12% atau 5.253 kecamatan. Targetnya meningkat drastis pada 2026 menjadi 5.973 kecamatan. Angka ini setara dengan sekitar 82% dari total kecamatan di seluruh Indonesia.
Program Kampung Internet juga diperluas. Hingga 2025, program ini telah menjangkau 1.194 titik. Komdigi berkomitmen menambah 1.000 titik baru, sehingga totalnya mencapai 2.194 titik pada 2026.
Layanan vital lain yang ditingkatkan adalah sistem informasi kebencanaan daerah. Sistem yang terintegrasi dengan layanan panggilan darurat 112 ini menjangkau 185 kabupaten/kota pada 2025. Tahun 2026, Komdigi menargetkan 200 kabupaten/kota terintegrasi dengan layanan darurat 112.
Proyeksi Dampak Target Jaringan 2026
Pemerintah menunjukkan keseriusan dalam mengejar ketertinggalan infrastruktur digital melalui target yang melampaui RPJMN. Adanya lelang frekuensi menjadi indikator kuat bahwa Komdigi bergerak cepat memperluas Cakupan Jaringan 5G di wilayah-wilayah kunci.
Peningkatan kecepatan broadband dan pemerataan 4G adalah prasyarat utama mendukung ekonomi digital. Dorongan ini, didukung oleh program inklusif seperti Kampung Internet dan penguatan layanan 112, memperlihatkan fokus pemerintah pada konektivitas yang tidak hanya cepat tetapi juga aman dan merata. Meutya Hafid optimistis upaya ini akan terwujud dengan dukungan penuh tim dan Komisi I DPR RI.