Waspada HyperOS 3: Kenapa HP Xiaomi 'Brick' & Cara Perbaikinya
- Istimewa
- HyperOS 3 memicu kerusakan (brick) pada ponsel Xiaomi impor.
- Penyebab utama adalah 'region lock check' yang mendeteksi ROM tidak resmi.
- Xiaomi menganggap insiden ini bukan bug, melainkan instalasi perangkat lunak tidak sah.
- Solusi darurat melibatkan 10-15 kali restart paksa untuk mengembalikan versi OS sebelumnya.
Pengguna HP Xiaomi impor yang menjalankan ROM global tidak resmi kini harus waspada penuh. Pembaruan sistem operasi terbaru, HyperOS 3, dilaporkan menyebabkan sejumlah perangkat mengalami masalah serius. Akibatnya, ponsel-ponsel tersebut terjebak dalam kondisi bootloop atau mode pemulihan (brick). Masalah ini muncul setelah pembaruan HyperOS 3 memperkenalkan pemeriksaan keamanan baru. Xiaomi telah mengidentifikasi perangkat lunak yang dikonversi sebagai instalasi tidak sah, sehingga tidak menganggap ini sebagai kesalahan sistem. Insiden ini memerlukan penanganan cepat agar pengguna dapat memulihkan akses ke perangkat mereka.
Mengapa HyperOS 3 Menyebabkan Masalah Bootloop pada Perangkat Impor?
Masalah fatal ini spesifik terjadi pada ponsel Xiaomi yang awalnya dirilis di Tiongkok. Ponsel-ponsel ini dijual melalui saluran pasar gelap dan menjalankan ROM global yang telah dikonversi secara tidak resmi.
Sumber masalahnya terletak pada fitur pemeriksaan kunci wilayah (region lock check) yang disematkan HyperOS 3. Sistem operasional baru ini membandingkan data perangkat keras (hardware) ponsel dengan wilayah target perangkat lunak (software).
Jika terjadi ketidaksesuaian antara kedua data tersebut, OS akan menganggapnya sebagai pelanggaran keamanan. Alih-alih memuat sistem secara normal, perangkat justru terperangkap dalam kondisi pemulihan atau bootloop yang konstan.
Penting dicatat bahwa Xiaomi tidak mengklasifikasikan kejadian ini sebagai "bug" sistem. Perusahaan menganggap penggunaan ROM yang dikonversi sebagai instalasi perangkat lunak yang tidak sah.
Langkah Cepat Memulihkan Ponsel Xiaomi yang Terkena Dampak
Jika perangkat Anda sudah terlanjur mengalami masalah setelah memperbarui ke HyperOS 3, Anda masih memiliki kesempatan untuk memulihkannya. Untungnya, ada solusi sementara yang dapat dilakukan sendiri.
Solusi Darurat: Restart Paksa Berulang Kali
Pengguna harus melakukan restart paksa pada perangkat mereka secara berulang. Lakukan proses reboot ini sebanyak 10 hingga 15 kali berturut-turut.
Mengapa harus berulang kali? Urutan reboot yang intensif ini penting karena akan memicu sistem masuk ke mode pengembalian darurat. Mode ini dirancang untuk secara otomatis mengembalikan perangkat ke versi build HyperOS sebelumnya yang kompatibel dengan ROM konversi Anda. Setelah pengembalian versi (rollback) selesai, ponsel seharusnya dapat melakukan booting kembali dengan normal.
Pencegahan Setelah Perangkat Pulih
Setelah perangkat Anda berhasil menyala kembali—kemungkinan besar kembali ke HyperOS 2.2—langsung ambil tindakan pencegahan. Segera nonaktifkan fitur pembaruan otomatis di menu Pengaturan. Langkah ini krusial untuk mencegah ponsel mencoba memperbarui kembali ke HyperOS 3 yang bermasalah, menghindari risiko bootloop terulang.
Analisis Risiko Penggunaan ROM Global Tidak Resmi
Insiden pembaruan HyperOS 3 ini memberikan peringatan keras kepada konsumen yang membeli ponsel Xiaomi melalui jalur pasar gelap. Adanya 'region lock check' menunjukkan Xiaomi semakin memperketat kontrol atas integritas perangkat lunaknya.
Ke depan, risiko kerusakan perangkat akan terus meningkat seiring pembaruan sistem operasi yang lebih canggih. Konsumen disarankan membeli perangkat dari saluran resmi untuk menjamin kompatibilitas perangkat keras dan perangkat lunak yang stabil. Kebijakan ini menegaskan bahwa perangkat dengan ROM konversi berada di luar cakupan dukungan resmi perusahaan.