6.747 BTS BAKTI Aktif 2025: Fokus Infrastruktur Digital Papua
- Istimewa
- Hingga tahun 2025, BAKTI sukses mengoperasikan 6.747 BTS di wilayah terdepan, terpencil, dan terluar (3T).
- Sebanyak 3.262 lokasi BTS, atau hampir separuhnya, berfokus di Papua guna meningkatkan keterhubungan.
- Pemerintah menyiapkan lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 2.6 GHz pada 2026 untuk mendukung target kecepatan unduh 100 Mbps pada 2029.
- BAKTI juga mengelola operasional 31.394 titik akses internet untuk mendukung layanan publik vital.
JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merilis laporan kinerja masif Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) sepanjang tahun 2025. Pemerintah berhasil memperkuat Infrastruktur Digital BAKTI melalui pengoperasian ribuan infrastruktur telekomunikasi, terutama di wilayah 3T.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menjelaskan bahwa hingga 2025, BAKTI telah mengoperasikan sebanyak 6.747 lokasi Base Transceiver Station (BTS) di berbagai pelosok Indonesia. Peningkatan konektivitas di Papua menjadi sorotan utama dalam capaian tersebut.
Pemerataan Konektivitas: Dominasi Infrastruktur Digital BAKTI di Papua
Komdigi secara eksplisit memprioritaskan Papua dalam upaya pemerataan jaringan telekomunikasi. Dari total unit yang beroperasi, sebanyak 3.262 lokasi BTS berada di wilayah Papua.
Meutya Hafid menegaskan, Papua kini jauh lebih terkoneksi berkat program Infrastruktur Digital BAKTI. Pencapaian ini menjadi penanda penting dalam mengurangi kesenjangan akses informasi di daerah.
Selain infrastruktur seluler, BAKTI juga menyediakan puluhan ribu titik akses internet. Sepanjang 2025, operasional dan pemeliharaan akses internet menjangkau 31.394 titik layanan publik. Titik layanan ini meliputi sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, hingga fasilitas pertahanan.
Strategi Jangka Panjang Komdigi: Prioritas 3T dan Keberlanjutan Layanan
Untuk tahun 2026, Komdigi menyatakan komitmen mereka melanjutkan program-program yang telah berjalan. Pemerintah memastikan keberlanjutan atau
sustainability layanan telekomunikasi nasional terus terjaga.
Peningkatan konektivitas serta layanan kepada masyarakat menjadi fokus utama BAKTI. Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya mencapai pemerataan akses di seluruh Indonesia.
Pendekatan yang diterapkan bersifat terintegrasi dan berkelanjutan. Strategi ini menggabungkan kebijakan pengelolaan spektrum frekuensi radio, pembangunan infrastruktur jaringan, serta penguatan peran penyelenggara komunikasi.
Solusi Teknologi Alternatif untuk Area Non-Ekonomis
Pemerintah memprioritaskan wilayah 3T dan wilayah non-digital yang masih menghadapi keterbatasan akses. Strategi ini memastikan pemerataan konektivitas tidak sekadar mengejar capaian nasional, tetapi juga menjawab kebutuhan riil masyarakat daerah.