ATSI: Harga Internet Seluler Sudah Murah, Layanan Internet Indonesia Terbentur Spektrum

ATSI: Harga Internet Seluler Sudah Murah, Layanan Internet Indonesia Terbentur Spektrum
Sumber :
  • Istimewa

6 Syarat Wajib Amankan Data: Registrasi SIM Biometrik Diuji
  • ATSI mengklaim harga internet seluler Indonesia sudah kompetitif (murah) dibandingkan biaya per gigabyte di negara-negara tetangga.
  • Percepatan kualitas Layanan Internet Indonesia harus dibedakan antara fokus 4G di wilayah rural dan pengembangan 5G di perkotaan.
  • Tantangan terbesar peningkatan kecepatan adalah keterbatasan spektrum frekuensi, kondisi geografis, dan kompleksitas perizinan infrastruktur.

Tokopedia-TikTok Shop Buka Suara soal Regulasi Biaya Admin

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) merespons tegas arahan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait tuntutan layanan internet Indonesia yang lebih cepat dan terjangkau. Sekjen ATSI, Merza Fachys, menilai pernyataan Komdigi masih terlalu umum. Merza menekankan bahwa layanan fixed broadband (internet rumah) dan internet seluler memiliki karakteristik berbeda, sehingga perlu dibedakan strateginya. Dia menggarisbawahi, harga internet seluler saat ini sudah "sangat murah" bila dibandingkan dengan tarif per gigabyte di negara-negara tetangga.

Membedah Harga: Klaim Seluler Sudah Murah

idEA Desak Kajian Mendalam Revisi Permendag 31/2023

Merza Fachys meminta publik melakukan perbandingan harga dengan basis yang tepat. Ia yakin, jika dibandingkan dengan biaya per gigabyte di kawasan Asia Tenggara, tarif internet seluler di Indonesia tergolong kompetitif. Klaim tersebut secara tidak langsung menangkis tudingan bahwa seluruh jenis layanan telekomunikasi di Indonesia masih mahal.

Namun demikian, ATSI mengakui bahwa layanan fixed broadband, atau internet yang dipasang di rumah, memerlukan peninjauan lebih lanjut. Sektor ini memang memiliki sejumlah aspek harga dan kualitas yang menantang dan butuh penanganan berbeda. Komdigi dan operator harus bekerja sama mencari solusi untuk mempercepat dan memurahkan segmen ini.

Strategi Jaringan Ganda: 4G untuk Rural, 5G untuk Kota

Tantangan peningkatan kecepatan layanan internet Indonesia tidak hanya terletak pada harga, tetapi juga pada kondisi geografis. Merza menyebut, Indonesia memiliki kompleksitas topografi yang jauh berbeda dengan negara tetangga seperti Singapura. Jika perbandingan hanya dilakukan di kota besar seperti Jakarta, kecepatan jaringan mungkin tidak jauh berbeda.

ATSI menyarankan pendekatan ganda untuk peningkatan kualitas jaringan secara merata. Mereka fokus pada penguatan layanan 4G di wilayah rural dan pinggiran kota. Sementara itu, pengembangan jaringan 5G harus didorong secara agresif di kawasan perkotaan yang padat penduduk.

Halaman Selanjutnya
img_title