Satelit Nusantara Lima (N5) Tiba di Orbit: Koneksi 160 Gbps Siap
- Istimewa
Proses IOT ini sangat penting. Tim teknis akan memverifikasi kesehatan dan performa seluruh sistem satelit pascapeluncuran. Verifikasi juga mencakup integrasi sempurna dengan jaringan ruas atau stasiun bumi di darat.
Tahapan pengujian IOT ini akan berlangsung selama kurang lebih 90 hari. Setelah proses IOT selesai, SNL akan dilanjutkan dengan spacecraft handover. Tahap ini merupakan serah terima operasional satelit dari Boeing kepada tim operasional SNL.
Untuk mendukung layanan optimal Satelit N5, PSN telah menyiapkan tujuh stasiun bumi (gateway) vital. Stasiun-stasiun bumi tersebut tersebar strategis di Aceh, Bengkulu, Banjarmasin, Cikarang, Gresik, Kupang, dan Tarakan.
Mendorong Akselerasi Transformasi Digital Nasional
PSN menargetkan Satelit Nusantara Lima mulai beroperasi penuh pada April 2026. Operasional penuh ini diproyeksikan dapat secara signifikan mendukung kebutuhan komunikasi data berkapasitas besar. Lebih lanjut, SNL diharapkan mempercepat transformasi digital, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di kawasan Asia Tenggara.
Mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan memberikan pandangan positif terhadap proyek ini. Ia menilai keberadaan Satelit N5 berpotensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional. Akselerasi ini tercapai melalui pemerataan akses internet. Dengan jangkauan 101 spot beam, konektivitas berkualitas tinggi akan menjangkau hingga wilayah pelosok yang selama ini sulit terjamah jaringan darat. Kehadiran Satelit Nusantara Lima menjadi langkah nyata Indonesia mewujudkan kedaulatan digital.