Apple Pecahkan Rekor: Pendapatan US$143,8 Miliar Ditopang iPhone
- Istimewa
- Pendapatan kuartalan mencapai US$143,8 miliar (Rp2.412 T), tumbuh 16% secara tahunan (YoY).
- Laba per saham terdilusi (EPS) mencetak rekor baru US$2,84, naik 19% YoY.
- iPhone menjadi kontributor terbesar dengan penjualan mencapai US$85,269 miliar.
- Basis perangkat aktif Apple global kini melampaui 2,5 miliar unit.
Raksasa teknologi global, Apple Inc., berhasil membukukan Kinerja Keuangan Apple Q1 2026 yang sangat impresif. Laporan yang berakhir pada 27 Desember 2025 tersebut menunjukkan perusahaan mencetak pendapatan kuartalan sebesar US$143,8 miliar atau setara Rp2.412 triliun (kurs Rp16.776). Angka fantastis ini menunjukkan pertumbuhan tahunan (YoY) sebesar 16%.
Tentu saja, pendorong utama pencapaian ini adalah dominasi penjualan iPhone dan Segmen Layanan yang kian ekspansif. CEO Apple, Tim Cook, secara tegas menyatakan bahwa capaian ini melampaui ekspektasi internal perusahaan. Selain itu, basis perangkat aktif Apple kini menembus angka 2,5 miliar unit, menegaskan semakin dalamnya ekosistem perusahaan.
Analisis Pertumbuhan Signifikan: Kekuatan iPhone dan Layanan
Kinerja Keuangan Apple Q1 2026 tercermin jelas pada laba per saham terdilusi (diluted EPS). EPS ini naik 19% YoY, mencapai rekor US$2,84 (sekitar Rp47.644). Pencapaian ini membuktikan efektivitas strategi premium Apple di tengah gejolak ekonomi global.
CFO Apple, Kevan Parekh, mengonfirmasi performa bisnis yang kuat ini menghasilkan arus kas operasional yang besar. Parekh menyebut hasil yang sangat kuat ini menghasilkan hampir US$54 miliar arus kas operasional. Dengan demikian, perusahaan mampu mengembalikan hampir US$32 miliar kepada para pemegang saham.
Dominasi iPhone Mendorong Kenaikan Pendapatan
Berdasarkan laporan keuangan ringkas yang dilampirkan perusahaan, iPhone tetap menjadi kontributor utama yang menentukan pertumbuhan. Penjualan iPhone melonjak tajam, naik sekitar US$16,131 miliar dibandingkan periode sebelumnya. Total penjualan iPhone tercatat mencapai US$85,269 miliar (Rp1.430,87 triliun).
Sementara itu, Segmen Layanan (Services) menunjukkan pertumbuhan signifikan dan stabil. Segmen ini membukukan pendapatan US$30,013 miliar atau sekitar Rp503,10 triliun. Kenaikan ini memperkuat argumen bahwa bisnis berlangganan Apple semakin matang.
Dinamika Produk Non-iPhone dan Ekspansi Geografis
Meskipun iPhone dan Layanan unggul, dinamika berbeda terjadi di lini produk lain. Penjualan Mac mengalami penurunan tipis menjadi US$8,386 miliar. Sebaliknya, penjualan iPad sedikit meningkat, mencapai US$8,595 miliar.
Kategori Wearables, Home, and Accessories mencatatkan US$11,493 miliar, sedikit menurun dari kuartal tahun fiskal sebelumnya.
Dari sisi wilayah, Apple mencatat lonjakan pendapatan di pasar-pasar internasional utama. Penjualan di Amerika mencapai US$58,529 miliar. Peningkatan paling mencolok terjadi di wilayah Greater China, di mana penjualan meroket dari US$18,513 miliar menjadi US$25,526 miliar. Eropa, Jepang, dan wilayah Asia Pasifik lainnya juga mencatat pertumbuhan yang solid.
Dampak Jangka Panjang dan Kepercayaan Pemegang Saham
Capaian Kinerja Keuangan Apple Q1 2026 ini memiliki implikasi positif terhadap likuiditas dan kepercayaan investor. Laba bersih perusahaan melonjak dari US$36,330 miliar menjadi US$42,097 miliar. Peningkatan laba operasi juga sangat besar, mencapai US$50,852 miliar.
Untuk membagikan keuntungan kepada para investor, Apple mengumumkan pembagian dividen tunai. Dividen sebesar US$0,26 per saham (sekitar Rp4.362) akan dibayarkan pada 12 Februari 2026. Pembayaran ini ditujukan bagi pemegang saham yang tercatat hingga penutupan perdagangan pada 9 Februari 2026. Dengan fundamental yang kokoh dan komitmen pengembalian modal kepada pemegang saham, Apple memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar teknologi yang stabil dan sangat menguntungkan.