Snapdragon 8 Elite Gen 5: AnTuTu 4 Juta, Kalahkan Dimensity 9500?
- Istimewa
Ujian Berat Grafis 3DMark: Kejutan Stabilitas yang Menurun Drastis
Pengujian 3DMark Wild Life Extreme memberikan gambaran berbeda tentang performa grafis berkelanjutan. Tes ini mengukur kinerja puncak dan stabilitas perangkat saat berada di bawah beban berat.
iQOO 15 yang menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 mencapai skor tertinggi (High Score) 7.240, sebuah angka yang impresif. Namun, skor terendah (Low Score) hanya mencapai 3.219. Perbedaan ekstrem ini menghasilkan tingkat stabilitas yang sangat mengkhawatirkan: hanya 44.5%.
Ancaman Throttling pada Performa Gaming
Angka stabilitas 44,5% ini jauh lebih rendah dibandingkan pesaingnya, termasuk Dimensity 9500 (54.8%) dan OnePlus 13 (62.7%) yang memakai chipset seri 8 yang lebih lama. Stabilitas rendah mengindikasikan bahwa meskipun performa puncak sangat tinggi, chipset ini cenderung mengalami thermal throttling dan penurunan kinerja yang parah dalam sesi gaming atau rendering berat berkepanjangan. Faktor pendinginan perangkat (OEM) memainkan peran krusial dalam mengatasi isu stabilitas termal ini.
Analisis Akhir dan Implikasi Kedepannya
Snapdragon 8 Elite Gen 5 membuktikan diri sebagai monster performa berkat teknologi mutakhir TSMC 3nm (N3P) dan konfigurasi 8-inti Oryon generasi ketiga. Chipset ini juga didukung GPU Adreno 840, Snapdragon X85 5G modem, dan dukungan Wi-Fi 7, menjadikannya standar baru untuk konektivitas dan Agentic AI.
Meskipun SD 8 Elite Gen 5 mendominasi skor CPU dan performa puncak AnTuTu, hasil 3DMark menyiratkan tantangan besar bagi para manufaktur: optimasi termal. Perangkat perlu mengimplementasikan sistem pendinginan yang sangat efektif agar pengguna dapat menikmati potensi penuh chipset ini tanpa mengalami penurunan performa drastis. Dengan demikian, pilihan perangkat dan implementasi OEM menjadi penentu utama dalam pengalaman penggunaan sehari-hari, terutama untuk gamer intensif.