Misteri Terpecahkan: Ulat Bisa Mendengar Tanpa Telinga
- Istimewa
Bulu Halus: Mekanisme Pendengaran Ulat
Setelah memastikan ulat bisa mendengar suara di udara, tim fokus mencari tahu organ pendengaran spesifik. Mereka menduga bulu-bulu halus (setae) di tubuh ulat memainkan peran penting.
Para peneliti kemudian menghilangkan sebagian bulu-bulu tersebut pada spesimen uji. Hasilnya menunjukkan korelasi yang jelas.
Setelah bulu dihilangkan, sensitivitas ulat terhadap suara menurun drastis. Ini membuktikan bulu-bulu kecil tersebut bertindak sebagai detektor suara. Bulu ini mampu merasakan pergerakan udara yang disebabkan oleh gelombang suara.
Kemampuan pendengaran ini diduga berkembang secara alami untuk tujuan bertahan hidup. Ulat harus mendeteksi suara kepakan sayap predator, seperti tawon atau burung, secepat mungkin. Dengan mekanisme ini, mereka dapat bereaksi cepat dan melindungi diri.
Inspirasi Teknologi Sensor Suara Masa Depan
Temuan unik ini memiliki implikasi besar, tidak hanya bagi biologi, tetapi juga untuk kemajuan teknologi. Cara ulat mendeteksi gelombang suara memberikan inspirasi berharga.
Teknologi sensor dapat meniru mekanisme sensitif bulu ulat. Ronald Miles, insinyur mesin yang terlibat dalam penelitian, menegaskan pentingnya studi ini.
Miles menjelaskan, mempelajari cara hewan mendengar merupakan langkah fundamental. Pemahaman ini penting untuk menciptakan mikrofon generasi baru yang jauh lebih sensitif dan efisien di masa depan.
Penelitian mengenai mekanisme pendengaran ulat ini dipresentasikan pada pertemuan gabungan Acoustical Society of America dan Acoustical Society of Japan pada Desember 2025. Hasilnya menunjukkan potensi revolusioner dalam bidang bio-akustik dan pengembangan sensor mikro.