Akselerasi Industri Gim Nasional: Kemenekraf Tekankan Pentingnya Kompetisi Talenta

Akselerasi Industri Gim Nasional: Kemenekraf Tekankan Pentingnya Kompetisi Talenta
Sumber :
  • Istimewa

Investasi AI Belum Untung Cepat, Kenapa Valuasi Perusahaan Justru Melonjak?
  • Kompetisi talenta digital seperti Garena Game Jam berfungsi sebagai fondasi vital penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi ekosistem gim.
  • Pemerintah mendorong pengembang gim lokal untuk menciptakan Intellectual Property (IP) sendiri agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar.
  • Kolaborasi sinergis antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi menjadi kunci untuk komersialisasi produk gim lokal.

Bonus Hari Raya Ojol 2026 Stagnan, Celios: Siap-siap Protes

JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) secara tegas menyatakan bahwa ajang kompetisi gim merupakan instrumen krusial dalam pembangunan Industri Gim Nasional yang berkelanjutan. Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf, Muhammad Neil El Himam, menilai penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah fondasi utama agar sektor ini mampu tumbuh signifikan. Penegasan ini disampaikan Neil saat membuka kompetisi Garena Game Jam 3 di Binus University, Jakarta, pada Jumat (6/2/2026).

Neil menjelaskan, kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan teknis peserta. Perhelatan ini turut mengasah aspek fundamental lainnya. Para pengembang muda harus membuktikan kreativitas, kemampuan kerja tim, pemecahan masalah yang efektif, hingga ketahanan menghadapi tekanan kerja. Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem gim nasional, sekaligus menguji talenta-talenta muda yang akan memimpin masa depan industri.

ATSI Desak Evaluasi Regulasi Telekomunikasi, Soroti Beban BHP

Fondasi Kuat: Menguji Talenta Demi Penguatan Industri Gim Nasional

Indonesia tidak boleh hanya berperan sebagai pasar dalam industri gim global yang terus bertumbuh pesat. Neil El Himam menegaskan hal ini. Indonesia memiliki modal kuat, mencakup potensi talenta, kreativitas melimpah, dan pasar domestik yang sangat besar. Dengan modal tersebut, Indonesia seharusnya menjadi pemain aktif dalam kancah gim dunia.

Melalui Garena Game Jam 3, Kemenekraf menaruh harapan besar pada generasi muda. Para pengembang didorong untuk beralih peran, dari sekadar pengguna teknologi menjadi pencipta. Talenta gim nasional harus berani menciptakan karya. Mereka wajib membangun Intellectual Property (IP) sendiri yang mampu menembus pasar global.

Pemerintah Siap Dukung Akses Pasar dan Pendanaan

Pemerintah berkomitmen penuh menghadirkan berbagai program pendukung bagi studio dan developer gim lokal. Program ini mencakup motivasi, fasilitasi promosi, hingga pembukaan akses pasar. Pembangunan industri gim tidak dapat dilakukan secara parsial. Kolaborasi menjadi kunci utama kesuksesan jangka panjang.

Kolaborasi ini mencakup pemerintah, industri, komunitas, perguruan tinggi, media, hingga akses permodalan. Semua elemen ini wajib berpadu agar talenta yang lahir dari ajang kompetisi dapat terus bertumbuh dan naik kelas.

Menjadi Pencipta: Mengubah Talenta Jadi Produk Komersial

Sejalan dengan semangat tersebut, Direktur Gim Kemenekraf, Luat Sihombing, memandang kompetisi sebagai penyaring awal. Ajang ini menyeleksi talenta dan produk yang pada akhirnya siap dikomersialisasikan. Kompetisi menjadi indikator kesiapan produk untuk mendapat pendanaan. Produk tersebut juga siap untuk dirilis ke publik.

Ke depannya, Kemenekraf berupaya keras menyalurkan talenta-talenta unggulan. Tujuannya adalah memastikan mereka benar-benar mampu menciptakan produk komersial yang berdaya saing.

Investasi Jangka Panjang Kualitas SDM

Dari perspektif industri, Education & Training Asosiasi Game Indonesia (AGI), Andy Lukito, melihat kompetisi gim sebagai investasi jangka panjang. Investasi ini ditujukan untuk peningkatan kualitas talenta nasional. Kualitas SDM yang semakin matang sangat menentukan reputasi gim Indonesia di pasar global.

Andy menyoroti fenomena positif semakin mudanya usia pengembang gim, bahkan dari tingkat SMA/SMK. Meskipun begitu, ia mengakui bahwa keterbatasan jumlah studio besar masih menjadi tantangan dalam penyerapan tenaga kerja. Kondisi ini membuat banyak lulusan baru memilih mendirikan studio independen. Jika didukung skill yang kuat sejak awal, studio kecil justru berpotensi besar menarik perhatian penerbit global dan investor.

Prospek Masa Depan Industri Gim Indonesia

Berbagai ajang temu industri, seperti Indonesia Game Developer Exchange (IGDX), turut membuka akses penting bagi pengembang lokal. Mereka bisa bertemu langsung dengan penerbit global dan sumber pendanaan. Kombinasi antara kompetisi talenta, program inkubasi, dan pertemuan bisnis menjadi fondasi utama.

Kombinasi ini memastikan bahwa Industri Gim Nasional tidak hanya kuat di sisi kreativitas. Industri juga harus berdaya saing secara komersial di tingkat internasional. Peningkatan kualitas dan akses ini memberi keyakinan kuat bahwa industri gim Indonesia akan semakin maju dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.