Meta PHK Lagi! 102 Karyawan Dirumahkan Mulai Maret 2026
- iStock
Artinya, Meta kini lebih fokus pada pengalaman AR/VR yang berjalan di perangkat mobile bukan headset VR mahal seperti Quest karena lebih mudah diadopsi massa.
Namun, Bosworth menegaskan bahwa pengembangan headset VR tidak dihentikan total. Hanya saja, divisi tersebut akan dioperasikan sebagai organisasi yang lebih ramping, datar, dan fokus demi keberlanjutan jangka panjang.
Dampak terhadap Karyawan dan Industri Teknologi
PHK beruntun ini mencerminkan realitas keras di balik ambisi teknologi futuristik. Meski Meta mencatatkan laba kuat pada 2025, tekanan dari investor untuk meningkatkan efisiensi dan ROI mendorong restrukturisasi agresif.
Karyawan yang terdampak terutama di Reality Labs menghadapi ketidakpastian, karena keterampilan AR/VR masih relatif niche di pasar tenaga kerja. Namun, banyak dari mereka yang memiliki latar belakang AI, machine learning, atau rekayasa perangkat lunak kemungkinan besar akan dipindahkan ke divisi lain atau direkrut oleh perusahaan saingan seperti Apple, Microsoft, atau Google.
Di sisi lain, langkah Meta memperkuat tren industri: 2025–2026 menjadi era transisi dari Web3/Metaverse ke AI generatif. Perusahaan seperti Amazon, Microsoft, dan Google juga telah mengalihkan miliaran dolar ke pengembangan AI, sementara proyek Metaverse mulai ditinggalkan atau dikurangi skalanya.
Apa Arti Ini bagi Masa Depan Meta?
Meta tidak meninggalkan Metaverse tapi menyesuaikannya dengan realitas pasar. Alih-alih membangun dunia virtual terpisah, perusahaan kini ingin mengintegrasikan elemen AR/VR ke dalam pengalaman mobile sehari-hari, seperti:
- Filter Instagram berbasis AI
- Navigasi AR di peta
- Asisten virtual di kacamata pintar
Dengan pendekatan ini, Meta berharap bisa mencapai miliaran pengguna tanpa harus mengandalkan adopsi headset yang mahal dan kompleks.
Namun, tantangan tetap ada: kompetisi AI semakin ketat, dan Meta harus berlari cepat untuk mengejar OpenAI, Anthropic, dan Google DeepMind. Di tengah semua itu, karyawan menjadi korban pertama dari pergeseran strategi.
Kesimpulan: Efisiensi di Atas Ambisi
PHK terbaru terhadap 102 karyawan di California bukanlah akhir melainkan bagian dari transformasi besar Meta dari raksasa media sosial menjadi perusahaan AI. Di bawah kepemimpinan Mark Zuckerberg, perusahaan kini memilih efisiensi, skalabilitas, dan pertumbuhan nyata daripada mimpi futuristik yang belum matang.