NASA Uji Teknologi Sayap Hemat Bahan Bakar: Hemat Avtur 10%!

NASA Uji Teknologi Sayap Hemat Bahan Bakar: Hemat Avtur 10%!
Sumber :
  • Istimewa

Blockchain Lacak Emisi Karbon Rantai Pasok Lebih Akurat
  • NASA sukses melaksanakan uji coba taksi kecepatan tinggi model sayap CATNLF di Pangkalan Angkatan Udara Edwards.
  • Teknologi inovatif ini diprediksi mampu mengurangi pembakaran bahan bakar pesawat hingga 10 persen per tahun.
  • Penggunaan pesawat riset F-15B memungkinkan pengujian aliran udara yang lebih akurat dengan biaya yang efisien.

Çelebi Kucurkan Rp400 Miliar untuk Percepat Transisi GSE Listrik

Insinyur NASA di Pusat Penelitian Penerbangan Armstrong sukses melaksanakan uji coba taksi kecepatan tinggi untuk NASA uji teknologi sayap hemat bahan bakar terbaru. Pengujian model Crossflow Attenuated Natural Laminar Flow (CATNLF) ini berlangsung di Pangkalan Angkatan Udara Edwards. Langkah progresif tersebut menandai babak baru dalam upaya menciptakan efisiensi radikal pada industri penerbangan global. Teknologi ini bekerja dengan menjaga aliran udara di atas sayap tetap halus guna mengurangi hambatan gesekan secara signifikan.

Rahasia Efisiensi Sayap CATNLF: Hemat Avtur 10 Persen

NASA Tunda Artemis II: Kebocoran Bahan Bakar Geser Misi ke Bulan

Penyelidik Utama CATNLF, Mike Frederick, menegaskan bahwa NASA uji teknologi sayap hemat bahan bakar ini membawa dampak ekonomi masif bagi maskapai komersial. Berdasarkan studi komputasi mendalam, desain sayap ini dapat mengurangi konsumsi bahan bakar tahunan hingga 10 persen. Angka ini sangat relevan bagi pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 yang memiliki operasional jarak jauh.

Efisiensi tersebut tidak hanya menguntungkan secara finansial melalui penghematan jutaan dolar per pesawat. Pengurangan konsumsi avtur juga berkontribusi langsung pada penurunan emisi karbon secara global. Hal ini menjadi solusi krusial di tengah fluktuasi harga bahan bakar dan target iklim dunia yang semakin ketat.

Mekanisme Aliran Laminar pada Sayap Pesawat

Secara teknis, inovasi CATNLF berfungsi menunda titik di mana aliran udara pecah menjadi turbulensi yang menghambat laju pesawat. Aliran udara yang turbulen memaksa mesin bekerja lebih keras sehingga boros bahan bakar. Desain terbaru ini menyempurnakan bentuk sayap untuk menekan efek "crossflow" pada sayap yang menyapu ke belakang. Tujuannya adalah mempertahankan lapisan batas udara yang tetap halus selama penerbangan berlangsung.

Pengujian Teknis Menggunakan Jet Tempur F-15B

Dalam proses eksperimen, tim NASA menggunakan pesawat riset F-15B sebagai platform utama. Mereka memasang model sayap CATNLF berukuran 3 kaki secara vertikal di bawah badan pesawat. Pesawat tersebut dipacu hingga kecepatan 144 mil per jam atau sekitar 231 km/jam di landasan pacu. Metode ini dipilih karena jauh lebih efisien dan hemat biaya dibandingkan harus membangun prototipe sayap pesawat berukuran penuh.

Halaman Selanjutnya
img_title