Bocoran iPhone 17e: RAM 10GB dan Chip A19 Picu Tanya
- Istimewa
- Perangkat misterius iPhone99,11 muncul di Geekbench dan diduga sebagai iPhone 17e.
- Data tersebut menunjukkan penggunaan RAM 10GB serta sistem operasi iOS 26.1.
- Analis meragukan keaslian data karena identitas perangkat dan frekuensi clock yang janggal.
Apple kabarnya sedang menyiapkan iPhone 17e sebagai suksesor lini smartphone kelas menengah mereka. Baru-baru ini, sebuah perangkat yang diduga kuat sebagai iPhone 17e mendadak muncul dalam daftar uji Geekbench 6. Unggahan tersebut memicu perdebatan hangat di kalangan pengamat teknologi karena membawa spesifikasi yang cukup mengejutkan.
Bedah Skor Performa iPhone 17e di Geekbench
Berdasarkan unggahan pembocor Abhishek Yadav di platform X, perangkat dengan kode "iPhone99,11" ini menjalani pengujian performa intensif. Hasilnya menunjukkan skor single-core sebesar 2.560 poin dan skor multi-core mencapai 8.553 poin. Angka ini mencerminkan kekuatan pemrosesan yang solid untuk kategori ponsel pintar budget.
Daftar tersebut juga mengungkap penggunaan RAM sebesar 10GB. Kapasitas ini merupakan peningkatan signifikan jika kita membandingkannya dengan iPhone 16e yang hanya memiliki RAM 8GB. Selain itu, perangkat ini terlihat menjalankan sistem operasi iOS 26.1 yang masih sangat baru.
Dugaan Penggunaan Chip A19 Binned
Rumor yang beredar sebelumnya memang menyebutkan bahwa iPhone 17e akan menggunakan versi "binned" dari prosesor A19. Strategi ini memungkinkan Apple memberikan performa tinggi namun dengan biaya produksi yang lebih efisien. Meskipun skor performanya terlihat menjanjikan, banyak pihak justru meragukan keaslian data tersebut.
Mengapa Bocoran Ini Dianggap Meragukan?
Meskipun terlihat meyakinkan, pengamat menemukan beberapa kejanggalan atau red flags pada daftar Geekbench tersebut. Pertama, frekuensi dasar clock yang tercatat hanya 3,76 GHz. Angka ini dinilai terlalu rendah untuk arsitektur chip generasi terbaru milik Apple yang biasanya lebih agresif.
Kedua, identitas perangkat "iPhone99,11" tidak mengikuti logika penamaan standar Apple. Biasanya, Apple menggunakan pola identifikasi yang lebih konsisten antar generasi. Selain itu, nama motherboard yang tercantum tidak cocok dengan komponen Apple yang dikenal selama ini.
Analisis Validitas Informasi
Situasi ini memicu spekulasi bahwa data benchmark tersebut kemungkinan besar adalah hasil manipulasi atau spoofing. Namun, ada juga kemungkinan bahwa perangkat tersebut merupakan prototipe awal yang masih mengalami banyak penyesuaian teknis. Pengguna diharapkan tetap bersikap skeptis hingga ada pengumuman resmi dari pihak perusahaan.