Ban DJI Drone Amerika Berlaku: Cek Fakta dan Aturan Terbaru
- Istimewa
- Larangan resmi berlaku karena DJI gagal memenuhi tenggat waktu peninjauan keamanan nasional.
- Unit drone lama tetap legal untuk dimiliki, digunakan, dan dijual dari stok yang sudah ada.
- Kebijakan ini menghentikan izin impor dan peluncuran model drone DJI baru di masa depan.
Pemerintah Amerika Serikat resmi memberlakukan kebijakan pembatasan atau ban DJI drone pada akhir Desember 2025. Langkah ini memicu kekhawatiran besar bagi para pilot drone hobi maupun profesional di seluruh dunia. Namun, penting untuk memahami bahwa aturan ini tidak melarang penggunaan drone secara total. Fokus utama regulasi ini adalah membatasi aliran produk baru ke pasar domestik Amerika Serikat demi alasan keamanan.
Penyebab Utama Ban DJI Drone Amerika Serikat
Kebijakan ini merupakan buntut dari National Defense Authorization Act (NDAA) untuk tahun fiskal 2025. Undang-undang tersebut mewajibkan badan keamanan nasional AS menyelesaikan peninjauan formal terhadap DJI paling lambat 23 Desember 2025.
Sayangnya, peninjauan tersebut tidak selesai tepat pada waktunya. Sebagai konsekuensi hukum, Federal Communications Commission (FCC) memasukkan peralatan DJI ke dalam "Covered List". Status ini secara otomatis memblokir semua persetujuan peralatan baru dari FCC. Tanpa izin FCC, perusahaan tidak dapat mengimpor atau menjual produk elektronik baru secara legal di Amerika Serikat.
Status Hukum Kepemilikan Drone Lama
Banyak pengguna mengira semua unit DJI akan menjadi ilegal seketika. Anggapan tersebut tidaklah benar menurut fakta hukum terbaru. Model DJI yang sudah mengantongi persetujuan FCC sebelum 23 Desember 2025 tetap legal untuk dimiliki dan digunakan.
Pengecer juga masih boleh menjual sisa stok unit yang sudah masuk ke wilayah Amerika Serikat. Aturan ini murni menargetkan sertifikasi produk masa depan, bukan produk yang sudah bersertifikat dan beredar di tangan konsumen.
Nasib Update Firmware dan Dukungan Teknis
Salah satu kekhawatiran terbesar adalah hilangnya dukungan perangkat lunak. Regulator akhirnya memberikan kelonggaran melalui dispensasi sementara bagi para pengguna setia. FCC mengonfirmasi bahwa drone yang telah disetujui sebelumnya tetap bisa menerima pembaruan firmware dan keamanan.
Dukungan teknis ini akan terus berlanjut hingga setidaknya 1 Januari 2027. Kebijakan ini berlaku bagi pengguna drone kategori konsumen maupun perusahaan (enterprise). Setelah tanggal tersebut, nasib dukungan perangkat lunak akan bergantung pada keputusan kebijakan pemerintah selanjutnya.
Perbedaan Larangan Terbang dan Larangan Impor
Perlu dicatat bahwa pembatasan ini menyasar rantai pasokan, bukan operasional terbang. Pilot tetap bisa menerbangkan drone mereka sesuai aturan Federal Aviation Administration (FAA) yang berlaku. Hal ini mencakup penggunaan rekreasi maupun operasi komersial Part 107 yang sah.
Bagi sektor publik, terdapat pengecualian khusus untuk perangkat yang masuk dalam "Blue UAS Cleared List". Meskipun DJI tidak masuk dalam daftar tersebut, daftar ini memberikan jalur bagi produsen lain untuk tetap beroperasi secara legal di lingkungan pemerintahan hingga awal 2027.
Dampak Jangka Panjang bagi Industri Drone
Situasi ini menciptakan ketidakpastian besar bagi ekosistem fotografer udara dan tim keselamatan publik. Meski unit yang ada sekarang tetap bisa terbang, peluncuran teknologi terbaru dari DJI dipastikan akan terhambat di pasar Amerika Serikat.
Industri kini menunggu apakah akan ada perubahan kebijakan di masa depan. Untuk saat ini, para pengguna tetap disarankan untuk memaksimalkan unit yang mereka miliki sambil terus memantau perkembangan regulasi pasca-2027. Kebijakan ini secara efektif memaksa pasar untuk mulai melirik alternatif produsen drone lain yang memenuhi standar keamanan federal.