Aturan Bonus Hari Raya Ojol: Mengapa Masih Sekadar Imbauan?
- Istimewa
Said mengusulkan formula perhitungan yang lebih transparan dan adil bagi para pengemudi. Ia menyarankan agar nilai BHR minimal mencapai 75% dari rerata pendapatan bulanan pengemudi selama satu tahun terakhir. Formula ini dianggap lebih realistis untuk membantu beban ekonomi pengemudi di masa lebaran daripada sekadar bonus kecil tanpa dasar perhitungan.
Tantangan Transparansi di Masa Depan
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengklaim bahwa pihak aplikator telah menunjukkan komitmen positif untuk memberikan Bonus Hari Raya ojol tahun ini. Kemnaker saat ini sedang mematangkan aspek teknis agar penyaluran bonus berjalan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, komitmen lisan ini tetap membutuhkan pengawasan ketat dari publik dan otoritas terkait.
Ke depan, tantangan terbesar adalah memastikan setiap rupiah yang dijanjikan benar-benar sampai ke tangan pengemudi. Transformasi dari sekadar imbauan menjadi aturan baku adalah kunci utama. Langkah ini penting untuk menciptakan ekosistem transportasi daring yang lebih adil dan berkelanjutan bagi seluruh pihak yang terlibat.