Pos Indonesia Operasikan 1.000 Robot AI, Efisiensi Naik 30%
- Istimewa
- Penggunaan 1.000 robot AI berhasil memangkas biaya tenaga kerja hingga 30 persen.
- Tingkat akurasi operasional meningkat drastis hingga melampaui angka 99 persen.
- Manajemen memastikan tidak ada PHK; pekerja dialihkan ke posisi yang lebih strategis.
- Pos Indonesia memperkenalkan sistem berbagi robot (sharing economy) untuk industri kurir.
PT Pos Indonesia (Persero) melakukan lompatan besar dengan mengoperasikan 1.000 robot AI untuk memperkuat ekosistem logistik nasional. Langkah strategis ini bertujuan mengoptimalkan operasional perusahaan di tengah ketatnya persaingan industri kurir.
Direktur Business Development & Portfolio Management Pos Indonesia, Prasabri Pesti, menjelaskan bahwa teknologi ini mulai aktif sejak 2023. Saat ini, persebaran robot mencakup wilayah Surabaya, Jakarta Timur, hingga Yogyakarta.
Transformasi Pos Indonesia Lewat 1.000 Robot AI
Kehadiran teknologi otomatisasi ini memberikan dampak instan pada struktur biaya perusahaan. Prasabri mengungkapkan bahwa penggunaan tenaga kerja menjadi jauh lebih efisien berkat bantuan mesin pintar tersebut.
"Terutama dari sisi manpower, penggunaan teknologi ini mampu menghemat sekitar 30 persen biaya," ujar Prasabri di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Selain aspek finansial, penggunaan 1.000 robot AI ini mendongkrak standar kualitas layanan secara masif. Kini, tingkat akurasi pekerjaan di gudang sortir Pos Indonesia tercatat sudah berada di atas 99 persen.
Mengoptimalkan Kecepatan Sortir dan Pelabelan
Pos Indonesia menerapkan dua jenis robot utama dalam operasional harian mereka. Pertama, robotic sorting machine yang memiliki spesialisasi dalam memilah paket berdasarkan alamat tujuan secara otomatis.
Robot penyortir ini mampu bekerja 2,5 kali lebih cepat daripada kecepatan manual manusia. Efektivitas ini sangat krusial untuk mengejar target pengiriman tepat waktu bagi para pelanggan.
Kedua, perusahaan menggunakan auto labeling robot untuk menempelkan label pengiriman pada setiap paket. Kedua jenis robot ini bekerja nonstop selama 24 jam untuk menjaga kelancaran rantai pasok.
Menariknya, Pos Indonesia juga membuka ruang kolaborasi bagi operator kurir lain. Mereka menerapkan konsep berbagi infrastruktur agar industri logistik Indonesia semakin kompetitif dan efisien secara kolektif.
Geofencing dan Road Optimization: Masa Depan Logistik Pos
Pihak manajemen menekankan bahwa modernisasi ini tidak memicu pemutusan hubungan kerja (PHK). Perusahaan memilih melakukan optimalisasi SDM dengan memindahkan pekerja ke bidang tugas lain yang lebih membutuhkan sentuhan manusia.