Mitratel Operasikan 40.000 Menara, Laba Tembus Rp2,14 Triliun
- Istimewa
- Mitratel resmi mengoperasikan 40.357 unit menara telekomunikasi di seluruh Indonesia hingga akhir 2025.
- Rasio penyewa (tenancy ratio) meningkat menjadi 1,57x dengan total 61.343 penyewa.
- Laba bersih perusahaan tumbuh 6,8% mencapai Rp2,14 triliun didukung transformasi Digital InfraCo.
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) menunjukkan dominasi kuat di sektor infrastruktur telekomunikasi nasional. Sepanjang tahun 2025, perusahaan sukses mengoperasikan lebih dari 40.000 menara. Pencapaian Kinerja Mitratel 2025 ini membuktikan efektivitas strategi ekspansi organik perusahaan yang sangat agresif.
Ekspansi Menara dan Lonjakan Kinerja Mitratel 2025
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, Mitratel mengelola total 40.357 menara di berbagai wilayah Indonesia. Angka ini tumbuh sebesar 5,9% jika kita bandingkan dengan periode akhir 2024. Pembangunan aset baru secara masif menjadi motor utama pertumbuhan fisik perusahaan tersebut.
Selain jumlah menara, efisiensi aset Mitratel juga menunjukkan performa yang sangat impresif. Rasio penyewa atau tenancy ratio perusahaan melonjak ke level 1,57x dari posisi sebelumnya 1,51x. Kenaikan ini terjadi karena jumlah penyewa (tenants) tumbuh 7,4% menjadi 61.343 entitas secara tahunan.
Dominasi Telkomsel dan Kontribusi Operator Besar
Telkomsel masih menjadi mitra strategis utama yang menopang pendapatan Mitratel. Operator ini berkontribusi sebesar Rp5,44 triliun atau setara 57,2% dari total pendapatan grup. Meskipun porsinya turun tipis, dukungan Telkom Group tetap menjadi fondasi arus pendapatan utama perusahaan.
Selain itu, Indosat dan XLSMART menyumbangkan porsi pendapatan yang cukup signifikan. Indosat memberikan kontribusi sebesar Rp1,99 triliun, sementara XLSMART menyumbang Rp1,14 triliun. Sisa pendapatan lainnya berasal dari unit bisnis layanan IT serta pengembangan jaringan serat optik.
Transformasi Digital InfraCo dan Penguatan Fiber Optik
Mitratel kini mulai memetik hasil manis dari transformasi menjadi perusahaan infrastruktur digital (Digital InfraCo). Perusahaan fokus memperkuat lini bisnis fiber optik untuk mendukung jaringan 5G. Jaringan serat optik ini sangat krusial dalam meningkatkan stabilitas transmisi data berkecepatan tinggi.
Pengembangan fiber optik ini memberikan nilai strategis bagi aset menara Mitratel di mata operator. Menara yang telah terhubung kabel fiber (fiberized towers) memiliki daya tarik lebih tinggi bagi penyewa. Langkah ini terutama dilakukan di luar Pulau Jawa untuk menangkap peluang trafik data yang masih luas.