Bukan Embrio, Tapi Kristal! Ilmuwan Kaget Temukan Isi Telur Dinosaurus Ini
- Science Alert
Gadget – Di dunia paleontologi, setiap fosil telur dinosaurus yang ditemukan selalu menimbulkan harapan: apakah di dalamnya tersimpan embrio utuh yang bisa mengungkap rahasia evolusi? Namun, dalam sebuah penemuan langka di China, harapan itu justru berubah menjadi kekaguman bukan karena kehidupan purba, tapi karena keindahan geologis yang tak terduga.
Sebuah telur dinosaurus berusia sekitar 70 juta tahun yang ditemukan di lapisan sedimen akhir Zaman Kapur ternyata tidak berisi embrio atau lumpur fosil, melainkan lapisan kristal kalsit berkilau yang menutupi seluruh rongga dalam cangkangnya menyerupai geode alami yang biasanya terbentuk di dalam batuan vulkanik.
Temuan ini tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga memberikan wawasan ilmiah yang mendalam tentang proses geokimia jutaan tahun pasca-kematian dinosaurus. Lebih dari sekadar fosil, telur ini menjadi arsip alami dari sejarah lingkungan Bumi.
Artikel ini mengupas asal-usul, makna ilmiah, dan keunikan geologis dari “geode dinosaurus” pertama yang pernah dilaporkan sebuah fenomena yang menggabungkan paleontologi, mineralogi, dan waktu geologis dalam satu benda seukuran jeruk bali.
Penemuan Langka di China: Telur Seukuran Jeruk Bali yang Menipu Harapan
Penemuan ini terjadi di sebuah situs fosil di Provinsi Anhui, China, wilayah yang dikenal kaya akan jejak kehidupan purba dari periode akhir Zaman Kapur masa ketika dinosaurus masih mendominasi ekosistem Bumi, tepat sebelum kepunahan massal 66 juta tahun lalu.
Tim peneliti awalnya mengira mereka menemukan telur embrio utuh, mengingat ukurannya yang besar sekitar 15–20 cm, sebanding dengan jeruk bali. Namun, ketika cangkang telur dibuka dengan hati-hati menggunakan teknik mikro-CT dan pengamatan mikroskopis, mereka dihadapkan pada pemandangan yang menakjubkan: dinding dalam telur dilapisi kristal kalsit transparan yang berkilauan seperti permata.
“Ini bukan embrio. Ini geode dinosaurus alami,” tulis tim peneliti dalam laporan yang dikutip oleh ScienceAlert. “Fenomena semacam ini belum pernah didokumentasikan sebelumnya dalam catatan fosil telur.”
Dikonfirmasi: Ini Memang Telur Dinosaurus Asli
Keraguan sempat muncul: apakah ini benar-benar telur dinosaurus, atau mungkin telur reptil besar atau burung primitif? Untuk memastikan, para ilmuwan melakukan analisis mikrostruktur cangkang menggunakan mikroskop elektron.