2026 Jadi Tahun Emas Robot Humanoid, China Kuasai 80% Pasar!
- Gizmochina
2. “Halusinasi” Gerakan & Kesalahan Kontekstual
AI belum sepenuhnya memahami konteks fisik. Robot bisa salah mengambil objek, tersandung, atau gagal merespons perintah tak terduga.
3. Regulasi & Etika Kerja
Belum ada kerangka hukum global tentang penggunaan robot humanoid di tempat kerja termasuk tanggung jawab jika terjadi kecelakaan.
Namun, para ahli meyakini bahwa dengan skala produksi dan inovasi AI, masalah ini akan teratasi dalam 2–3 tahun ke depan.
Prediksi 2027: Lebih dari 100.000 Unit Terpasang
Jika tren saat ini berlanjut, Counterpoint memperkirakan:
- 2026: 40.000–50.000 unit terpasang
- 2027: >100.000 unit terpasang
- CAGR (2025–2027): Lebih dari 150%
Angka ini menjadikan robot humanoid sebagai salah satu segmen teknologi dengan pertumbuhan tercepat di dunia, bahkan melampaui kendaraan listrik atau realitas virtual pada fase awalnya.
Kesimpulan: Revolusi Otomasi Berwujud Manusia Telah Dimulai
Robot humanoid bukan lagi mimpi futuristik. Mereka sudah bekerja di gudang Alibaba, pabrik BYD, hotel Shenzhen, dan dalam waktu dekat, mungkin di pabrik Tesla.
2026 adalah tahun di mana teknologi ini keluar dari laboratorium dan masuk ke lantai produksi secara massal. Dengan dominasi Tiongkok, inovasi AS, dan model bisnis yang semakin terjangkau, robot humanoid siap menjadi tulang punggung produktivitas industri generasi berikutnya.
Satu hal pasti: masa depan tenaga kerja tidak hanya akan dibentuk oleh manusia tapi juga oleh mesin yang berjalan, berbicara, dan bekerja seperti kita.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |