Mengapa Fitur Bluetooth 6.2 Terbaru Tidak Ada di Perangkat Anda?
- Jada Jones/ZDNET
- Keputusan mengintegrasikan Fitur Bluetooth 6.2 sepenuhnya berada di tangan produsen, bukan versi Bluetooth perangkat.
- Fitur canggih seperti Channel Sounding (untuk pelacakan presisi) lambat diadopsi, meskipun sudah diumumkan sejak Bluetooth 6.0.
- Konsumen audio harus memprioritaskan Auracast, fitur siaran audio masif yang kini mendapat daya tarik cepat di pasar.
- Versi Bluetooth Core Specification terbaru (6.2) telah terbit, menjanjikan peningkatan signifikan.
Teknologi Bluetooth menyentuh hampir setiap perangkat nirkabel yang kita gunakan. Meskipun menjadi standar koneksi, banyak pengguna merasa teknologi ini misterius dan tidak maksimal. Sebenarnya, Bluetooth Special Interest Group (SIG) telah merilis standar terbaru, yaitu Bluetooth 6.2. Standar ini membawa Fitur Bluetooth 6.2 krusial seperti interval koneksi yang lebih pendek (latensi ultra-rendah) dan ketahanan Channel Sounding yang memperkuat keamanan aplikasi nirkabel utama.
Namun, mengapa perangkat seperti headphone, earbud, atau smartwatch terbaru Anda terasa masih kurang optimal? Ternyata, versi Bluetooth pada perangkat tidak menjamin Anda mendapatkan semua fitur terbaik. Pengguna harus mulai mengubah perspektif tentang bagaimana teknologi nirkabel universal ini diadopsi.
Mengapa Fitur Bluetooth 6.2 Jarang Terintegrasi?
Banyak perangkat periferal nirkabel sering gagal memberikan performa koneksi Bluetooth yang diharapkan. Bluetooth SIG secara rutin mengumumkan fitur yang menjanjikan. Namun, fitur-fitur tersebut tidak lantas muncul di perangkat yang Anda beli.
Keputusan Mutlak di Tangan Manufaktur
Bluetooth SIG menjelaskan bahwa implementasi fitur terbaru dalam sebuah Bluetooth Core Specification sepenuhnya merupakan keputusan produsen. Keputusan ini berlaku bahkan jika perangkat tersebut telah mencantumkan dukungan versi Bluetooth terbaru.
Oleh karena itu, versi Bluetooth pada kotak perangkat tidak boleh menjadi satu-satunya penentu Anda. Ada kemungkinan besar produsen memilih untuk menghilangkan fitur-fitur unggulan dengan alasan biaya atau kerumitan. Hal ini menimbulkan kesenjangan besar antara inovasi spesifikasi inti dan produk yang dirilis ke pasar.
Kasus Channel Sounding: Teknologi Pelacak yang Tertunda
Salah satu fitur paling ditunggu adalah Bluetooth Channel Sounding. Fitur ini diperkenalkan pada Bluetooth 6.0. Teknologi ini mampu mendemokratisasi kemampuan Find My Device (menemukan perangkat saya) karena menawarkan pelacakan yang lebih presisi.
Meskipun demikian, perangkat yang kompatibel dengan Bluetooth 6.0 sudah membanjiri pasar. Sayangnya, tidak satu pun dari perangkat tersebut secara eksplisit mengiklankan Channel Sounding dalam konteks Find My Device secara luas. Seperti dijelaskan sebelumnya, produsen menahan implementasi fitur ini.
Penerapan Awal di Smart Lock dan Tag
Adopsi Channel Sounding memang berjalan lambat. Walaupun begitu, aplikasinya mulai terlihat di industri pelacak Bluetooth dan kunci pintar (smart lock).
Contohnya terlihat pada CES 2026. Moto Tag 2 dari Motorola mendemonstrasikan bagaimana Channel Sounding bekerja bersama Ultra-Wideband (UWB). Kombinasi ini mempercepat penemuan perangkat dan koneksi aman, serta memperkuat fitur keamanan dan lokasi tag.
Selain itu, Bauer Products NE-CS smart RV lock turut mengintegrasikan teknologi ini. Bauer menunjukkan bagaimana ponsel Google Pixel 10 (dengan kompatibilitas Bluetooth 6.0) dapat membuka kunci NE-CS. Teknologi Bluetooth ini meningkatkan kesadaran jarak antara kunci dan perangkat, sekaligus memperkuat keamanan untuk mencegah kerentanan.
Auracast Menjadi Prioritas Konsumen Audio Global
Mengingat Channel Sounding masih membutuhkan waktu, para penggemar audio konsumen harus tetap bersemangat tentang Auracast. Auracast adalah fitur Bluetooth utama yang memungkinkan siaran audio dari satu sumber ke sejumlah penerima yang tidak terbatas.
Adopsi Auracast menunjukkan momentum yang cepat. Fitur ini diumumkan pada tahun 2022, namun adopsi massalnya baru mencapai puncak di tahun 2025 dan diperkirakan semakin masif pada 2026.
Jika Anda membeli headphone atau earbud dalam tiga tahun terakhir, kemungkinan besar perangkat tersebut sudah memiliki hardware yang diperlukan. Kompatibilitas ini bisa diaktifkan melalui pembaruan software over-the-air (OTA). Karena ponsel pintar, headphone, earbud, dan alat bantu dengar semuanya mendukung Bluetooth, Auracast menyediakan teknologi siaran audio yang terstandardisasi. Ini memungkinkan konsumen melewati batasan brand lock-in.
Analisis Masa Depan Teknologi Bluetooth Nirkabel
Adopsi teknologi Bluetooth baru seringkali memerlukan waktu bertahun-tahun, seperti terlihat pada lintasan Auracast. Meskipun Fitur Bluetooth 6.2 menawarkan janji besar, realisasinya bergantung pada kemauan produsen.
Pengguna tidak perlu terlalu membebani versi spesifikasi. Sebaliknya, fokuslah pada fitur spesifik yang diiklankan oleh produsen, terutama Auracast untuk kebutuhan audio. Visi ekosistem Find My Device yang besar dan terpadu menggunakan Channel Sounding mungkin masih jauh. Kita perlu menunggu setidaknya beberapa tahun lagi hingga produsen mengambil langkah proaktif dalam integrasi teknologi keamanan dan pelacakan presisi ini secara universal.