BlackBerry Tidak Benar-Benar Mati, Kini Teknologinya Ada di 275 Juta Mobil

BlackBerry Tidak Benar-Benar Mati, Kini Teknologinya Ada di 275 Juta Mobil
Sumber :
  • BlackBerry

Gadget –  BlackBerry pernah menjadi salah satu ponsel paling populer pada era 2000 hingga 2010-an. Di banyak negara, termasuk Indonesia, perangkat dengan keyboard fisik itu sempat begitu melekat sampai dikenal sebagai HP sejuta umat.

img_title Era Keemasan Berakhir: Bagaimana Smartphone Layar Sentuh Menghancurkan BlackBerry

Namun, setelah pasar smartphone berubah dan desain ponsel beralih ke layar penuh, nama BlackBerry perlahan menghilang dari genggaman pengguna. Menariknya, perusahaan itu ternyata tidak benar-benar mati. Teknologi milik BlackBerry kini hidup dalam bentuk berbeda, salah satunya lewat software QNX yang tertanam di 275 juta mobil.

BlackBerry Tidak Lagi Terlihat sebagai HP

img_title Sejarah Runtuhnya Blackberry, Peran Besar Layar Sentuh Menggantikan Qwerty!

Bagi banyak pengguna lama, BlackBerry identik dengan ponsel berkeyboard fisik. Bentuknya khas, berbeda dari ponsel modern yang kini didominasi layar penuh.

Perubahan besar di industri smartphone membuat BlackBerry makin jarang terlihat sebagai perangkat konsumen. Nama yang dulu begitu kuat di pasar ponsel perlahan tergeser oleh ekosistem Android dan iPhone.

img_title Bagaimana Layar Sentuh Meruntuhan Kejayaan Blackberry

Namun, hilang dari rak toko ponsel bukan berarti BlackBerry benar-benar berhenti bergerak. Perusahaan itu justru menemukan ruang baru di sektor yang berbeda, terutama melalui QNX.

John Wall, yang pernah memimpin BlackBerry dan kini menjadi presiden QNX, menyebut bahwa secara teknis ia masih bekerja di perusahaan yang sama. Bedanya, banyak orang tidak langsung memahami apa itu QNX ketika nama tersebut disebut.

QNX Jadi Wajah Baru BlackBerry

QNX adalah perusahaan software yang dimiliki BlackBerry. Berbeda dari masa lalu ketika BlackBerry dikenal karena ponselnya, QNX tidak tampil sebagai merek yang terlihat langsung oleh konsumen.

Software ini bekerja di balik layar. Pengguna mobil mungkin tidak melihat logo QNX di dashboard, tetapi sistem tersebut ikut mendukung pengalaman berkendara yang lebih baik.

John Wall menggambarkan QNX sebagai fondasi. Teknologi yang terlihat indah di permukaan tidak bisa bekerja dengan baik jika fondasinya tidak kuat.

Perumpamaan ini cukup menjelaskan perubahan besar BlackBerry. Dulu namanya terpampang jelas di bodi ponsel. Kini, teknologinya bekerja diam-diam di sistem yang lebih kompleks.

Ada di 275 Juta Mobil

Salah satu fakta paling menarik adalah software QNX tertanam di 275 juta mobil. Angka ini menunjukkan bahwa BlackBerry masih punya peran besar, meski bukan lagi sebagai produsen HP.

Halaman Selanjutnya
img_title