China Luncurkan "Payung Luar Angkasa" untuk Saingi Starlink!
- Global Times
Ini bukan sekadar soal kenyamanan melainkan sovereign connectivity: kemampuan suatu negara menyediakan akses komunikasi independen tanpa bergantung pada infrastruktur asing.
Performa 10 Kali Lebih Kuat, Produksi 70% Lebih Cepat
Galaxy Space tidak hanya fokus pada bentuk tapi juga kinerja dan skalabilitas. Perusahaan mengklaim bahwa antena “payung” ini:
- Memiliki performa hingga 10 kali lebih kuat dibanding antena mekanis Q/V-band generasi sebelumnya
- Menggunakan teknologi mesh terintegrasi yang tidak lagi mengandalkan anyaman manual
- Meningkatkan efisiensi produksi lebih dari 70%
Sebelumnya, pembuatan antena satelit presisi tinggi membutuhkan tenaga ahli yang menyusun permukaan reflektor mesh secara manual proses yang lambat, mahal, dan rentan kesalahan. Dengan pendekatan baru ini, Galaxy Space menerapkan prinsip manufaktur massal ala industri modern ke dunia antariksa.
Langkah ini mencerminkan tren besar di China: mengindustrialisasi eksplorasi luar angkasa, mirip seperti yang dilakukan SpaceX dengan roket reusable Falcon 9.
Strategi China Melawan Dominasi Starlink
Starlink kini telah meluncurkan lebih dari 6.000 satelit dan melayani jutaan pengguna di 70+ negara. Namun, AS membatasi akses Starlink di beberapa wilayah, termasuk Tiongkok, Rusia, dan Iran, atas alasan keamanan nasional.
Bagi China, ini adalah peluang sekaligus ancaman. Jika negara-negara berkembang bergantung pada Starlink, mereka rentan terhadap pemutusan layanan sewaktu-waktu. Oleh karena itu, Beijing mendorong pengembangan sistem alternatif melalui:
- Galaxy Space (swasta)
- China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) (milik negara)
- Proyek Guo Wang (“Constellation of the Nation”) yang menargetkan 13.000 satelit LEO
“Payung luar angkasa” adalah bagian dari strategi ini infrastruktur kritis untuk ekosistem internet satelit buatan China yang mandiri, aman, dan kompetitif secara global.
Kapan Diluncurkan? Masih Dirahasiakan, Tapi Persiapan Sudah Matang
Hingga kini, Galaxy Space belum mengumumkan jadwal pasti peluncuran satelit pertama yang menggunakan antena “payung” ini ke orbit rendah Bumi. Namun, uji coba di darat telah menunjukkan keberhasilan dalam:
- Mekanisme buka-tutup otomatis
- Stabilitas struktural di kondisi vakum dan suhu ekstrem
- Integrasi dengan modul komunikasi Q/V-band
Mengingat kecepatan pengembangan teknologi antariksa China dalam lima tahun terakhir, peluncuran perdana bisa terjadi dalam 12–18 bulan ke depan.