Media Vietnam Sindir Asia: “Belajarlah dari Kasus Timnas Indonesia, Jangan Ulangi Kesalahan Ini!”
- tvonenews.com
Gadget – Media Vietnam, Znews, kembali menyoroti kondisi Timnas Indonesia yang tengah terpuruk pasca pemecatan Patrick Kluivert. Dalam laporannya, Znews menyebut bahwa kisah yang dialami skuad Garuda seharusnya menjadi pelajaran penting bagi seluruh negara di Asia agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Menurut media tersebut, segala upaya dan investasi yang dilakukan PSSI untuk membawa Timnas Indonesia ke level lebih tinggi kini justru berakhir sia-sia. Harapan besar untuk lolos ke Piala Dunia 2026 sirna begitu saja setelah kegagalan demi kegagalan menimpa tim nasional.
Kini, Indonesia berada dalam situasi yang disebut “memprihatinkan”. Pergantian pelatih yang terlalu cepat membuat fondasi pembinaan pemain dan filosofi permainan selalu berubah-ubah.
Kritik Tajam: “Indonesia Terjebak dalam Siklus yang Sama”
Dalam ulasan panjangnya, Znews menilai penyebab utama sulitnya perkembangan Timnas Indonesia adalah kebiasaan PSSI mengganti pelatih terlalu cepat setiap kali hasil tidak sesuai harapan.
Media Vietnam menulis, “Setiap kali pergantian pelatih terjadi, Timnas Indonesia kembali harus memulai semuanya dari awal. Tidak ada kesinambungan, tidak ada filosofi yang bertahan lama.”
Situasi ini membuat Indonesia sulit membangun stabilitas tim, baik di level taktik maupun mental pemain. “Kini Timnas Indonesia kembali ke titik awal, mencari pelatih baru, menyusun rencana baru, dan kembali menjanjikan hal yang sama,” tulis Znews, dikutip oleh tvOnenews.com.
Pernyataan itu menyoroti bagaimana ketidakkonsistenan dalam manajemen sepak bola dapat menghancurkan progres yang sudah dibangun bertahun-tahun.
Shin Tae-yong dan Dilema PSSI
Nama Shin Tae-yong sempat muncul sebagai kandidat untuk kembali melatih Timnas Indonesia. Namun, rumor itu langsung ditepis oleh PSSI yang menyatakan belum mengambil keputusan resmi terkait pengganti Kluivert.
Di sisi lain, para pengamat menyebut pergantian pelatih dalam waktu singkat tidak memberikan kesempatan bagi sistem permainan untuk tumbuh. Timnas Indonesia, menurut mereka, butuh “proyek jangka panjang” yang tidak diukur dari hasil instan.
Media Vietnam menegaskan, jika PSSI terus berorientasi pada hasil cepat, maka sepak bola Indonesia akan terus terjebak dalam lingkaran kegagalan.
Pesan Keras untuk Asia: Jangan Berspekulasi dalam Sepak Bola
Znews menilai, kisah Timnas Indonesia adalah peringatan bagi seluruh Asia. Negara-negara lain diminta untuk tidak menjadikan sepak bola sebagai ajang spekulasi atau proyek politik jangka pendek.
Dalam tulisannya, mereka menegaskan bahwa membangun tim nasional memerlukan kesabaran, visi, dan kepercayaan terhadap proses. “Sepak bola bukan tempat untuk berspekulasi, melainkan tempat bagi kesabaran, kepercayaan, dan nilai-nilai abadi,” tulis Znews.
Pernyataan itu sekaligus menjadi sindiran halus bagi banyak federasi di Asia yang cenderung memecat pelatih hanya karena hasil sementara, tanpa mempertimbangkan pembangunan jangka panjang.
Refleksi: Saatnya Indonesia Berhenti Ulangi Kesalahan
Kasus ini menjadi momentum introspeksi bagi PSSI dan publik sepak bola Tanah Air. Sering kali, tekanan publik membuat keputusan diambil secara emosional tanpa strategi jelas.
Padahal, pembangunan sepak bola nasional membutuhkan konsistensi, kesabaran, dan arah yang berkelanjutan — sesuatu yang kerap hilang dalam perjalanan Timnas Indonesia beberapa tahun terakhir.
Langkah selanjutnya akan menjadi penentu arah masa depan. Jika PSSI kembali terburu-buru memilih pelatih baru tanpa filosofi jelas, bukan tidak mungkin kisah serupa akan terus berulang.
Seperti disampaikan media Vietnam, yang dibutuhkan Indonesia saat ini bukan sekadar nama besar pelatih, tetapi sistem yang kuat dan keberanian untuk mempercayai proses pembangunan jangka panjang.
Kritik dari media Vietnam terhadap Timnas Indonesia sebenarnya adalah refleksi jujur terhadap kondisi sepak bola Asia saat ini. Banyak negara ingin hasil instan, namun melupakan pentingnya stabilitas dan kontinuitas.
Znews mengingatkan bahwa “kesuksesan bukan datang dari pergantian pelatih setiap musim, melainkan dari kepercayaan terhadap proses yang konsisten.”
Pesan itu menjadi relevan tidak hanya untuk Indonesia, tapi juga bagi seluruh Asia yang sedang berjuang mencari identitas dalam sepak bola modern.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |