Gawat Trump Perketat Imigrasi, 7 Negara Baru Masuk Daftar Larangan AS

Trump Murka
Sumber :
  • trump

Larangan dan pembatasan ini berlaku luas, tidak hanya untuk imigran permanen, tetapi juga mencakup non-imigran seperti wisatawan, pelajar internasional, hingga pelaku perjalanan bisnis. Gedung Putih menegaskan bahwa larangan terhadap 12 negara sebelumnya tetap diberlakukan dan tidak mengalami pelonggaran.

Fakta Delta Force, Unit Elite AS yang Mengguncang Venezuela

Selain itu, Trump juga menambahkan pembatasan masuk, baik sebagian maupun penuh, terhadap 15 negara tambahan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Nigeria. Negara tersebut sempat berada di bawah pengawasan ketat setelah Trump, pada awal November, melontarkan ancaman tindakan militer terkait dugaan perlakuan terhadap komunitas Kristen di Nigeria.

Namun demikian, pemerintah Nigeria membantah tudingan tersebut. Otoritas setempat menilai pernyataan Trump tidak sepenuhnya mencerminkan situasi keamanan yang kompleks di negara itu dan mengabaikan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk menjaga kebebasan beragama serta melindungi seluruh warga negara tanpa memandang latar belakang keyakinan.

AS Serang Venezuela, Kemlu RI Pastikan WNI dalam Kondisi Aman

Sejak kembali menjabat pada Januari lalu, Trump memang menunjukkan sikap yang semakin tegas terhadap isu imigrasi. Pemerintahannya mengintensifkan penegakan hukum dengan mengerahkan agen federal ke berbagai kota besar di Amerika Serikat. Di sisi lain, kebijakan penolakan pencari suaka di perbatasan AS-Meksiko juga terus diperketat.

Perluasan daftar negara yang dikenai pembatasan masuk ini menandai eskalasi lanjutan dari kebijakan imigrasi Trump. Langkah tersebut juga dikaitkan dengan insiden penembakan dua anggota Garda Nasional di Washington, DC, pada bulan sebelumnya. Insiden itu memicu kembali perdebatan mengenai efektivitas sistem penyaringan pendatang asing.

Bikin Barat Ketar-Ketir, Ini 3 Rudal Hipersonik Rusia Paling Mematikan

Penyelidik menyebut pelaku penembakan merupakan warga negara Afghanistan yang masuk ke Amerika Serikat pada tahun 2021 melalui program pemukiman kembali. Pejabat pemerintahan Trump menilai program tersebut kala itu tidak dilengkapi dengan proses penyaringan yang cukup ketat.

Beberapa hari setelah insiden penembakan tersebut, Trump bahkan bersumpah akan “menghentikan secara permanen” migrasi dari semua yang ia sebut sebagai “Negara Dunia Ketiga”. Meski demikian, Trump tidak merinci negara mana saja yang dimaksud maupun definisi pasti dari istilah tersebut, sehingga pernyataannya menuai beragam reaksi di dalam dan luar negeri.

Dengan kebijakan terbaru ini, pemerintahan Trump kembali menegaskan arah politik imigrasi yang keras dan berorientasi pada keamanan. Di tengah pro dan kontra yang terus bergulir, langkah ini diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap hubungan diplomatik serta arus perjalanan internasional menuju Amerika Serikat.