Bukan Takut, Pandji Pragiwaksono Jelaskan Alasan Anies Tak Dibahas di Mens Rea
- Pandji Pragiwaksono
Gadget – Pertanyaan soal siapa yang dibahas dan tidak dibahas dalam pertunjukan komedi tiba-tiba menjadi isu serius di awal 2026. Di tengah riuh pro dan kontra seputar Mens Rea, perhatian publik tertuju pada satu nama yang justru absen dari materi, Anies Baswedan. Ketika spekulasi berkembang ke mana-mana, Pandji Pragiwaksono memilih menjelaskan langsung alasan di balik keputusannya.
Penjelasan itu disampaikan Pandji melalui video di kanal YouTube pribadinya yang diunggah pada Sabtu, 10 Januari. Ia menegaskan sejak awal bahwa absennya Anies bukan karena rasa takut, bukan pula karena keberpihakan politik. Bagi Pandji, keputusan tersebut justru konsisten dengan kerangka kritik yang ia gunakan dalam Mens Rea.
Menurut Pandji, komedi kritik yang ia bangun diarahkan kepada mereka yang saat ini memegang kekuasaan. Ia menyebut pejabat aktif sebagai subjek yang sah untuk dikritik, karena merekalah yang mengambil keputusan atas nama negara dan menggunakan uang pajak publik.
Ia lalu menegaskan bahwa bukan hanya Anies yang tidak dibahas. Pandji menyebut sejumlah nama lain yang juga absen dari materi, karena alasan yang sama. Dalam pandangannya, membahas figur yang tidak sedang menjabat tidak memiliki urgensi yang kuat dalam konteks kritik kebijakan.
Figur yang Tidak Dibahas dalam Mens Rea
Pandji menjelaskan bahwa beberapa tokoh publik tidak dimasukkan ke dalam materi karena status mereka yang sudah tidak menjabat. Ia menyebut alasan ini sebagai garis konsisten dalam menyusun materi kritik.
Nama-nama yang tidak dibahas antara lain
Anies Baswedan
Basuki Tjahaja Purnama
Ganjar Pranowo
Mahfud MD
Menurut Pandji, tokoh-tokoh tersebut pada saat Mens Rea dibuat tidak berada dalam posisi pengambil keputusan negara. Karena tidak lagi memegang jabatan publik aktif, ia menilai tidak ada urgensi untuk menjadikan mereka bahan kritik dalam pertunjukan tersebut.
Pandji menegaskan bahwa kritik dalam komedi baginya bukan soal menyerang individu, melainkan soal mempertanyakan kekuasaan yang sedang berjalan. Selama seseorang tidak berada di posisi itu, ia memilih untuk tidak membahasnya.
Sebaliknya, Pandji justru menyertakan sejumlah pejabat publik aktif ke dalam materi Mens Rea. Alasannya sederhana, mereka sedang berada dalam jabatan dan memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.