Waspada! 83% Konsumen RI Rentan Penipuan Digital E-commerce

Waspada! 83% Konsumen RI Rentan Penipuan Digital E-commerce
Sumber :
  • Istimewa

Lenovo Idea Tab Mulai Terima Android 16: Peningkatan Produktivitas Besar
  • Tingkat kepercayaan diri pebelanja online Indonesia sangat tinggi, mencapai 83% dalam mengenali penipuan digital.
  • Hanya 58% konsumen Indonesia yang benar-benar menggunakan solusi keamanan khusus untuk transaksi e-commerce.
  • Kaspersky mendeteksi hampir 6,7 juta serangan phishing yang menargetkan aktivitas belanja online dalam setahun terakhir.
  • Kelompok usia senior (55 tahun ke atas) menjadi yang paling rentan karena adopsi keamanan yang rendah.

Daftar Spesifikasi OPPO A6t Series: Baterai Monster dan Rilis 30 Januari

Laporan terbaru Kaspersky mengungkapkan situasi yang mengkhawatirkan di ekosistem digital Indonesia. Mayoritas konsumen Indonesia terlalu percaya diri menghadapi ancaman penipuan digital. Sebanyak 83% pebelanja online merasa mampu mengenali berbagai modus penipuan tanpa bantuan teknologi. Angka ini jauh lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 65%. Padahal, hanya 58% konsumen yang benar-benar menggunakan solusi keamanan khusus untuk melindungi pembayaran dan memblokir tautan berbahaya saat melakukan keamanan belanja online. Kesenjangan antara persepsi diri dan perlindungan aktual ini memicu risiko tinggi bagi data dan keuangan pengguna.

Membongkar Mitos Kepercayaan Diri vs. Realita Ancaman Phishing

Google Pangkas Peringkat Berita Prediksi Sensasional

Konsumen secara umum menunjukkan kesadaran risiko yang cukup baik. Hasil survei keamanan siber konsumen menunjukkan bahwa 97% responden telah menerapkan setidaknya satu langkah pengamanan dasar saat bertransaksi digital. Mereka menyadari pentingnya keamanan belanja online.

Namun demikian, kewaspadaan pribadi seringkali tidak cukup. Para pakar Kaspersky mengingatkan bahwa mengandalkan insting semata merupakan strategi pengamanan yang sangat dasar. Modus penipuan digital saat ini semakin kompleks dan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Data Mengejutkan dari Indonesia dan Dunia

Secara global, hanya 42% konsumen yang menggunakan perangkat lunak keamanan khusus. Sementara itu, Kaspersky mendeteksi hampir 6,7 juta serangan phishing yang menyamar sebagai toko daring, layanan pembayaran, dan perbankan digital dalam satu tahun terakhir. Lebih dari separuh serangan tersebut secara spesifik mengincar aktivitas belanja.

Kaspersky menegaskan bahwa volume dan kompleksitas serangan phishing menunjukkan bahwa ancaman penipuan digital bukan lagi persoalan sepele. Konsumen memerlukan benteng pertahanan digital yang lebih kuat daripada sekadar mata yang jeli.

Jutaan Serangan Digital: Mengapa Kewaspadaan Saja Tidak Cukup?

Strategi yang paling umum diterapkan konsumen adalah pemeriksaan manual. Mereka berusaha mengenali tautan mencurigakan atau memverifikasi keaslian penjual. Beberapa konsumen juga menggunakan langkah tambahan, seperti kartu khusus untuk belanja atau alamat email terpisah.

Halaman Selanjutnya
img_title