Gaji Gede Tapi Tetap Bokek? Ini 10 Kebiasaan Rahasia yang Menghambat Kekayaan

Gaji Gede Tapi Tetap Bokek? Ini 10 Kebiasaan Rahasia yang Menghambat Kekayaan
Sumber :
  • pajak.go.id

Fakta:

Bersiap untuk Ganti iPhone 16: Apple Akhirnya Bisa Jual iPhone 16 di Indonesia Setelah Investasi Rp16 Triliun!
  • Mobil kehilangan 20–30% nilainya dalam tahun pertama.
  • Pakaian mewah tidak menghasilkan pendapatan.
  • Cicilan + asuransi + perawatan = biaya berkelanjutan.

Sebaliknya, miliuner sejati hidup sederhana. Mereka lebih suka menginvestasikan uang di saham, properti, atau bisnis yang menghasilkan cash flow.

Investasi Emas vs Saham: Mana yang Lebih Menguntungkan 2025?

5. Tidak Punya Rencana Keuangan yang Jelas

Mengatakan “Saya ingin kaya” sama seperti berkata “Saya ingin sehat” tanpa rencana, itu hanya angan-angan.

Deposito vs. Surat Berharga Negara: Pilih yang Mana untuk Keuntungan Maksimal?

Target yang efektif harus SMART:

  • Spesifik: “Kumpulkan Rp500 juta untuk DP rumah”
  • Terukur: “Menabung Rp8 juta/bulan”
  • Realistis: Sesuai penghasilan & gaya hidup
  • Berbatas waktu: “Dalam 5 tahun”

Tanpa rencana, uang akan mengalir tanpa arah dan kekayaan tak pernah terwujud.

6. Bergaul dengan Orang yang Boros

Lingkungan sosial sangat memengaruhi kebiasaan finansial. Jika teman-teman Anda:

  • Sering makan di restoran mahal
  • Belanja impulsif
  • Hidup dari kartu kredit

...kemungkinan besar Anda akan ikut terbawa arus.

Sebaliknya, bergaul dengan orang yang disiplin finansial memberi:

  • Motivasi positif
  • Tips praktis
  • Akuntabilitas sosial

Ingat: Anda adalah rata-rata dari 5 orang terdekat Anda.

7. Selalu Memilih Kesepakatan Instan daripada Manfaat Jangka Panjang

Tidak bisa menunda kepuasan (delayed gratification) adalah musuh utama kekayaan. Contoh:

  • Makan di luar tiap hari → hemat Rp50 ribu/hari = Rp1,5 juta/bulan
  • Liburan mewah tiap tahun → alihkan ke investasi = tumbuh jadi Rp50 juta dalam 10 tahun

Bukan berarti tidak boleh bersenang-senang tapi prioritaskan keputusan yang mendukung masa depan.

8. Menganggap Kekayaan Hanya Soal Keberuntungan

“Orang kaya itu karena hoki,” kata banyak orang. Padahal, kekayaan lebih sering hasil dari:

  • Disiplin konsisten
  • Risiko terukur
  • Pembelajaran berkelanjutan
  • Eksekusi tanpa henti

Warren Buffett, misalnya, mulai investasi sejak usia 11 tahun. Ia tidak “beruntung” ia menyiapkan diri untuk peluang.

9. Takut Berinvestasi karena Khawatir Rugi

Menyimpan uang di tabungan memang aman tapi inflasi 3–5% per tahun menggerus nilainya. Artinya, uang Anda “rugi” meski tidak bergerak.

Investasi memang berisiko, tapi tidak berinvestasi jauh lebih berbahaya.

Strategi aman untuk pemula:

  • Dollar-cost averaging (DCA): investasi rutin jumlah tetap
  • Diversifikasi: sebar risiko di berbagai aset
  • Edukasi dulu: mulai dari reksa dana atau emas digital

10. Menunda Membangun Kekayaan “Nanti Saja”

Halaman Selanjutnya
img_title